logo Kompas.id
RisetLinimasaTMII, Tragedi Berdarah, dan Pergulatan Politik Soeharto

TMII, Tragedi Berdarah, dan Pergulatan Politik Soeharto

Di tengah menurunnya pengunjung TMII, pemerintah mengambil alih pengelolaannya. Langkah inovatif pemerintah ditunggu untuk menaikkan kembali pamor TMII.

Oleh Dedy Afrianto
· 1 menit baca
Memuat data...

Presiden Soeharto, Minggu (17/4/1988), mencoba sendiri kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah. Kepala Negara mencoba setelah meresmikan pengembangan kereta gantung dengan penekanan tombol di Sasono Langen Budoyo bertepatan dengan HUT XIII TMII. Dengan lambaian tangan, Presiden Soeharto dan Ny Tien Soeharto duduk satu kabin dengan William Suryadjaya serta Pimpinan TMII Sampurno SH.

Pengambilalihan operasional Taman Mini Indonesia Indah atau TMII oleh pemerintah menimbulkan riak di ruang publik. Kondisi ini membuka kembali ruang ingatan tentang pergulatan dalam mengembangkan ”Indonesia Mini” yang disebut sebagai proyek mercusuar di era Orde Baru.

Saat itu, proyek pembangunan TMII menuai banyak pertentangan dari kelompok masyarakat hingga berujung pada sebuah tragedi berdarah pada tahun 1971. Penolakan ini berkelindan dengan pergulatan politik Presiden Soeharto.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yohan Wahyu
Bagikan
Memuat data..