logo Kompas.id
RisetLinimasaPenyebab Teroris Menargetkan Polisi

Penyebab Teroris Menargetkan Polisi

Aksi serangan terhadap polisi tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Pola penyerangan lebih kurang sama, yakni dengan melakukan bom bunuh diri atau serangan yang dilakukan secara individu.

Oleh Yohanes Mega Hendarto
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Polisi berjaga dengan senjata laras panjang di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Mabes Polri memperketat penjagaan pascaserangan dari terduga teroris yang tewas seusai baku tembak.

Aksi serangan dan teror yang menargetkan kantor polisi identik dengan serangan teroris. Upaya deradikalisasi perlu menyelami genealogi paham terorisme.

GTD memetakan aksi-aksi terkait terorisme di seluruh dunia guna membantu penanganan aksi deradikalisasi dan ekstremisme oleh petugas di setiap negara. Secara umum pada 2019 terdapat hampir 8.500 serangan teroris di seluruh dunia yang menewaskan lebih dari 20.300 orang, termasuk 5.460 pelaku dan 14.840 korban.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yoga Prasetyo
Memuat data..