logo Kompas.id
RisetSurveiMelindungi Data Pribadi di Dunia Maya

Melindungi Data Pribadi di Dunia Maya

Setahun terakhir, ruang digital menjadi andalan masyarakat sebagai ruang komunikasi. Namun, maraknya kriminalitas di ruang digital membuat publik menilai sudah saatnya negara memperkuat perlindungan data pribadi.

Oleh RANGGA EKA SAKTI/ LITBANG KOMPAS
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny G Plate bersama jajarannya menghadiri rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Rapat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Data Pribadi.

Pandemi Covid-19 membuat semakin banyak aktivitas masyarakat berlangsung di ruang digital. Di tengah kondisi ini muncul harapan dari masyarakat agar aktivitas dan data pribadi mereka terlindungi dari para kriminal.

Hasil jajak pendapat Kompas akhir Februari lalu menunjukkan 90,8 persen responden menganggap penting dan sangat penting undang-undang perlindungan data pribadi di dunia maya disahkan. Hal ini karena kejahatan ataupun penyimpangan di dunia maya bisa berakibat fatal di dunia nyata. Ketika ditanya, 53 persen responden menyatakan pernah mengetahui adanya tindak kriminalitas terkait pencurian data pribadi. Bahkan, 14,4 persen di antaranya mengaku pernah menjadi korban.

Editor: Antony Lee
Bagikan
Memuat data..