logo Kompas.id
RisetKRL Solo-Jogja, Era Baru Transportasi Antarkota di Indonesia

KRL Solo-Jogja, Era Baru Transportasi Antarkota di Indonesia

KRL Solo-Jogja menjadi jaringan kereta rel listrik kedua di Indonesia yang berada di luar wilayah Jabodetabek.

Oleh Yohanes Advent Krisdamarjati
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/YOHANES ADVENT KRISDAMARJATI

Rangkaian kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja diparkir di Stasiun Srowot, Klaten, Jawa Tengah (13/1/2021). Kereta buatan Jepang seri JR 205 rangkaian SLO9 ini akan melayani rute komuter Solo-Jogja menggantikan KA Prambanan Ekspres (Prameks) yang diuji coba mulai 1 Februari 2021.

Keberadaan infrastruktur transportasi diperlukan untuk meningkatkan pembangunan dan ekonomi warga. Munculnya kereta rel listrik di luar Jabodetabek memberi harapan pemerataan pembangunan di seluruh Nusantara.

Orientasi pengembangan transportasi perkotaan melalui kereta rel listrik (KRL) terlihat dari diperluasnya cakupan kerja institusi yang menangani KRL di Indonesia. Pada 2017, pemerintah melalui PT KAI (Persero) membentuk anak perusahaan, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), yang ditugaskan menjadi operator sarana KRL. Perusahaan ini merupakan pengembangan dari PT KAI Commuter Jabodetabek.

Editor: yogaprasetyo
Bagikan