logo Kompas.id
RisetMenilik Anggaran Modernisasi...

Menilik Anggaran Modernisasi Alutsista

Modernisasi alutsista menjadi upaya penting dalam menghadapi perang modern. Belanja pertahanan didorong agar selaras dengan rencana strategis dalam memenuhi kekuatan pokok minimum atau minimum essential force/MEF

Oleh
Arita Nugraheni/ Litbang "Kompas"
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/tvgxIvHk2BPbx03LK2q_f70-sD0=/1024x684/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F03%2F20200316EDN04_1584359983.jpg
PENERANGAN LANUD ISWAHJUDI

Elang Gesit 2020 yang berlangsung seminggu sejak Senin (16/3/2020) melibatkan seluruh unsur satuan di jajaran Lanud Iswahjudi dan sejumlah alutsista diantaranya, pesawat tempur Sukhoi Skadron Udara 14, pesawat tempur F-16 Skadron Udara 3, pesawat tempur T-50i Skadron Udara 15 dan helikopter jenis Puma H-3310, Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2010 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2010-2014, kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF) adalah suatu standar kekuatan pokok dan minimum Tentara Nasional Indonesia yang mutlak disiapkan demi terlaksananya tugas dan fungsi TNI. MEF diprioritaskan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas TNI, kemampuan tempur, kemampuan pasukan siaga, pemeliharaan alutsista, kualitas sumber daya, dan kesejahteraan.

Tidak optimalnya pencapaian MEF menjadi alarm bagi pemerintah dalam kerja-kerja untuk pertahanan. Apalagi, dalam pemenuhan alutsista, Indonesia tertinggal dari sisi kuantitas dan kualitas.

Editor:
susanarita
Bagikan