logo Kompas.id
RisetMengeksplorasi Fermentasi di...
Iklan

Mengeksplorasi Fermentasi di Sela-sela Pandemi

Fermentasi pada bahan pangan memunculkan cita rasa baru. Tak hanya menambah perpustakaan rasa, makanan dan minuman fermentasi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Prosesnya pun bisa di lakukan di rumah.

Oleh
Arita Nugraheni
· 5 menit baca

Fermentasi pada bahan pangan memunculkan cita rasa baru. Tak hanya menambah perpustakaan rasa, makanan, dan minuman, fermentasi juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Prosesnya pun bisa dilakukan di rumah untuk memperkaya sajian sehari-hari.

https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/drIaD1EqA-ElXcBMfUBopWT4dvU=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F06%2Fe67fecd9-628c-4921-96e2-a00c4b6f6006_jpg.jpg
Kompas/Hendra A Setyawan

Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuat suplemen jus fermentasi jambu merah di Laboratorium Pusat Penelitian Kimia LIPI, Puspitek, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (2/6/2020). Jus jambu merah yang difermentasi dengan simbiotik antara bakteri dan ragi (kultur scoby) ini menghasilkan senyawa organik, seperti asam asetat, laktat, butirat, asam hialurat yang dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk pencegahan Covid-19. Anti oksidan hasil fermentasi ini jauh lebih tinggi nilainya daripada jus jambu merah yang tidak difermentasi.

Rene Redzepi dan David Zilber dalam buku Foundations of Flavor The Noma Guide to Fermentation (2018) menceritakan pengalaman tim laboratorium Restoran Noma dalam mengeksplorasi bahan pangan dan minuman yang difermentasi. Diawali dengan keberhasilan membuat salt gooseberries pada 2008, rasa ingin tahu untuk membuka khazanah rasa baru pun membuncah.

Editor:
yohanwahyu
Bagikan