logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊAnak Muda Indonesia Pesimistis...

Anak Muda Indonesia Pesimistis dengan Perkembangan Politik dan Penegakan Hukum

Sebagian besar generasi muda Indonesia optimistis terhadap kemajuan bangsa di masa depan. Namun, anak muda pesimistis terhadap penegakan hukum serta pemberantasan korupsi.

Oleh
SEKAR GANDHAWANGI
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/hbNUt7Ud02_WBpQKVizERlh_WHY=/1024x577/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F08%2F9b778449-7c66-43d0-8fa4-edadf320dc76_jpg.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Sejumlah seniman grafiti dan mural dari komunitas Rain City Strike (RCS) menghias dinding di Jalan Gedong Sawah, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020). Komunitas seni grafiti menjadi wadah kegiatan positif anak muda menyalurkan bakat seiring berkembangnya seni grafiti dan mural di Indonesia. Aktivitas menggambari dinding yang diberi ruang oleh lingkungan RT setempat ini menjadi kegiatan pertama komunitas ini setelah terhenti sejak awal pandemi Covid 19 di bulan Februari. Kegiatan menggambar kali ini diikuti sekitar 11 orang yang beberapa di antaranya seniman grafiti dan mural dari Depok.

JAKARTA, KOMPAS β€” Sebagian besar generasi muda optimistis akan masa depan Indonesia di beberapa sektor, salah satunya ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Adapun generasi muda pesimistis di sektor politik dan hukum yang mencakup pemberantasan korupsi serta penegakan hukum yang adil dan tegas.

Survei diadakan Good News From Indonesia (GNFI) bersama Datamixr dan Fieldwork Indonesia pada Juli-Agustus 2020. Survei melibatkan 300 responden berusia 18-40 tahun di lima kota, yaitu Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Survei ini mengukur indeks optimisme generasi muda terhadap masa depan Indonesia.

Editor:
khaerudin
Bagikan