logo Kompas.id
β€Ί
Risetβ€ΊMudik Imlek di Tengah...
Iklan

Mudik Imlek di Tengah Merebaknya Virus Korona

Sebagai sebuah bentuk perayaan syukur, Imlek menjadi momen yang ditunggu untuk berkumpul dengan sanak saudara di China. Pulang ke rumah pada tahun baru Imlek merupakan sebuah tradisi di China.

Oleh
RANGGA EKA SAKTI
Β· 4 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/0zrjkWoVw2JPBnQUwTHdwza4xYU=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2019%2F02%2F20190203_CHINA_G_web_1549187487.jpg
AFP/GREG BAKER

Jutaan warga China mudik ke kampung halaman mereka menyambut tahun baru Imlek. Stasiun Beijing, Sabtu (2/2/2019), dipadati penumpang. Migrasi warga ini merupakan migrasi terbesar di dunia.

Tradisi mudik di China atau biasa disebut dengan Chunyun, ditengarai menjadi momen perpindahan manusia terbesar di dunia. Pada perayaan Imlek 2020 ini, diperkirakan setidaknya 3 miliar orang akan ikut meramaikan gelombang Chunyun. Angka ini sedikit meningkat jika dibandingkan dengan angka arus mudik Imlek tahun 2019 yang berada pada angka 2,9 miliar orang.

Menurut prediksi Pemerintah China, lebih dari 81 persen atau sekitar 2,43 miliar orang yang akan mudik menggunakan mobil atau bus. Selain mobil, kereta api juga menjadi moda transportasi yang banyak diminati.

Editor:
Bagikan