logo Kompas.id
RisetLinimasaMenangkal Praktik Mafia Tanah di Sekitar Kita

Menangkal Praktik Mafia Tanah di Sekitar Kita

Aksi mafia tanah mengincar siapa saja, baik perseorangan, kelompok masyarakat, maupun lembaga pemerintah.

Oleh Yohanes Advent Krisdamarjati
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Riza Fathoni

Sejumlah tersangka kasus sindikat mafia tanah dirilis dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Kementerian ATR/BPN berhasil mengungkap sindikat mafia tanah yang menggunakan sertifikat palsu dan KTP elektronik ilegal serta menangkap 10 tersangka.

Kejahatan pertanahan (mafia tanah) meramu beragam siasat dan skenario untuk mengelabui pemilik tanah. Ancaman kejahatan pertanahan dapat datang dari orang asing, bahkan orang terdekat dalam keluarga. Rutin melakukan pengecekan ke layanan Kantor Pertanahan menjadi cara untuk memagari diri dari praktik penyerobotan hak milik atas tanah.

Obyek yang menjadi sasaran kelompok mafia tanah adalah sertifikat hak milik (SHM) yang dipegang oleh pemilik resmi sertifikat tanah. Dari kasus-kasus yang berhasil diungkap oleh Badan Pertanahan Nasional dan Polri, ada dua tujuan utama yang disasar para pelaku kejahatan pertanahan. Pertama, bertujuan untuk mendapatkan uang secara cepat dengan menggadaikan SHM ke bank.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Yoga Prasetyo
Bagikan
Memuat data..