Reportase langsungSelamat Jalan Pak JO

Selamat Jalan Pak JO

. Pos terakhir
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama hari Kamis (10/9) ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Selamat jalan Pak JO. Terima kasih telah mengajarkan makna kemanusiaan dan keindonesiaan.
Rangkuman
.
PENUTUP
.
Pandangan Jusuf Kalla terhadap Jakob Oetama
.
Ucapan Duka Mari Elka Pangestu
.
Jakob Oetama, Bapak Para Karyawannya
.
Gus Mis: Jakob Oetama Berjasa pada Kelahiran Moderasi Islam
.
Sofjan Wanandi Kehilangan Sosok Jakob Oetama
.
Proses Pemakaman
.
Kepala BNN: Pak Jakob Berperan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
.
Pemakaman Jakob Oetama
.
Proses Pemakaman
.
Penghormatan Terakhir dari Jusuf Kalla
.
Upacara pemakaman Jakob Oetama
.
Jenazah Jakob Oetama Diturunkan ke Liang Lahat
.
Persiapan Pemakaman
.
Jenazah Jakob Oetama Memasuki TMP Kalibata
.
Jenazah Jakob Oetama Tiba di TMP Kalibata
.
Jakob Oetama Mewariskan Kepemimpinan Baik
.
Keberangkatan Mendiang Jakob Oetama ke TMP Kalibata
.
Persiapan Pemakaman di TMP Kalibata
.
Pelepasan Jenazah Jakob Oetama ke Taman Makam Pahlawan Kalibata
.
Jakob Oetama Dianggap Sebagai Pahlawan
.
Karyawan Percetakan Melepas Kepergian Jakob Oetama
.
Ungkapan Terima Kasih dari Sopir Keluarga Jakob Oetama
.
Para Pelayat Mendoakan Jakob Oetama
.
Gladi Bersih di TMP Kalibata
.
Pasukan Serah Terima Jenazah Jakob Oetama ke Negara Bersiap
.
Kenangan Karyawan tentang Sosok Jakob Oetama
.
Misa Penguatan dan Penutupan Peti Jenazah Jakob Oetama
.
Persiapan di TMP Kalibata
.
Persiapan Upacara Penyerahan Jenazah Jakob Oetama ke Negara
.
Kepala BNPT: Jakob Oetama Sosok Pluralis dan Egaliter
.
Jakob Oetama yang Selalu Bersyukur
.
Misa Pelepasan Jenazah Jakob Oetama
.
Karyawan dan Kerabat Melayat Jenazah
.
Selamat Jalan Pak JO
.
Sejumlah Tokoh Mulai Berdatangan ke Palmerah
PENUTUP

KOMPAS/YUNIADI AGUNG

Dengan berakhirnya prosesi pemakaman Jakob Oetama, laporan langsung dengan tema "Selamat Jalan Pak JO" juga kami akhiri. Simak laporan lanjutan di kompas.id dan Harian Kompas. Terima kasih telah mengikuti laporan langsung sejak pagi hingga siang ini. (ART)

Pandangan Jusuf Kalla terhadap Jakob Oetama

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Ketua Umum Palang Merah Indonesia sekaligus mantan Wakil Presiden selama dua periode, Jusuf Kalla, memandang almarhum Jakob Oetama sebagai insan pers yang berpengaruh di Indonesia. Menurutnya, gaya jurnalistik almarhum yang mengoreksi pemerintah dengan cara santun dan mengandung solusi perlu menjadi ilham bagi pelaku media masa kini.

"Kita kehilangan tokoh bangsa yang punya peran besar untuk persatuan bangsa," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

"Sikapnya ke bangsa ini, yang walaupun mengoreksi, ia tetap sopan dan memberi solusi, tidak (sekadar) menghantam. Untuk insan pers muda agar bisa mempelajari dan mengikuti jejak beliau," kata Kalla. (SKA)

Ucapan Duka Mari Elka Pangestu

Direktur Pelaksana, Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu dari Washington DC menyampaikan ucapan turut berduka cita atas meninggalnya pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama.

"Kami merasa kehilangan Pak Jakob. Dari saat saya menjadi ekonom muda sampai jadi menteri selalu mendapat masukan dan insights dari Beliau. Beliau dan Kompas selalu menjadi tempat bersandar untuk sharing ideas dan juga tempat menerima kritik (yang konstruktif) dan masukan. Terakhir ketemu beliau beberapa tahun yang lalu membahas project penulisan buku mengenai kaum teknokrat Prof Widjojo cs dan beliau masih sangat antusias mendukung. Pekerjaan rumah menyelesaikan buku belum selesai sebelum beliau pergi selama-lamanya. Terima kasih Pak Jakob untuk semua advis, masukan, dan kesempatan memperoleh banyak “wisdom” dari Bapak. Rest in Peace."  (KRN)

Jakob Oetama, Bapak Para Karyawannya

KOMPAS/FAJAR RAMADHAN

Purnakarya Kompas Gramedia Petrus Bao Dasion (60) mengenal Jakob Oetama sebagai sosok yang kebapakan karena selalu mengayomi semua karyawannya. Jakob di matanya tidak pernah menggurui karyawannya. Sebaliknya, Jakob selalu mencari tahu permasalahan yang dihadapi oleh karyawannya.

"Saya biasa memanggil dia dengan kata 'bapak' karena baik sekali. Beliau tidak hanya menganggap karyawan sebagai aset, tapi juga anak," katanya saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Jakarta, Kamis (10/9/2020) siang.

Begitu terinspirasinya dengan sosok Jakob, Petrus bahkan menamai anaknya dengan nama serupa. "Selain mertua saya bernama Jakob, saya juga terinspirasi sosok Jakob Oetama," kata mantan karyawan Divisi Bangunan Kompas Gramedia yang sudah mengabdi selama 30 tahun tersebut.

Di kalangan Kompas Gramedia, Petrus dikenal lihai dalam melancarkan peredaran darah seseorang. Hal itu membuat Jakob kepincut. Sejak 2011 hingga sebelum pensiun November 2019, pemilik klinik Accupressure ini selalu datang ke ruang kerja Jakob untuk memberikan terapi setidaknya seminggu sekali.

"Prinsipnya saya membantu melancarkan peredaran darah beliau kalau mengeluh sakit," katanya. (FRD)

Gus Mis: Jakob Oetama Berjasa pada Kelahiran Moderasi Islam

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Cendekiawan Nahdlatul Utama Zuhairi Misrawi atau Gus Mis memiliki kesan baik terhadap pendiri Kompas Gramedia, almarhum Jakob Oetama. Ia berterima kasih kepada almarhum karena dinilai berjasa terhadap kelahiran moderasi Islam di Indonesia.

"Nahdlatul Ulama merasa dibimbing dan diberi tempat untuk memberi pandangan soal moderasi Islam. Menurut kami, beliau berjasa dalam kelahiran moderasi Islam sehingga suara tentang toleransi, keberagaman, dan harmoni mendapat tempat (di media massa)," kata Gus Mis di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Ia mengatakan, keluarga besar NU sangat kehilangan sosok Jakob Oetama sebagai negarawan. Menurutnya, ajaran almarhum mengenai kebangsaan, persaudaraan, dan persahabatan perlu diteruskan oleh generasi muda. (SKA)

Sofjan Wanandi Kehilangan Sosok Jakob Oetama

KOMPAS/FAJAR RAMADHAN 

Pengusaha Sofjan Wanandi mengaku sangat kehilangan sosok Jakob Oetama yang selalu ingin tahu tentang permasalahan bangsa. Sofjian dan Jakob berdiskusi setidaknya sekali dalam 1-2 bulan.

"Hal itu terus berjalan hampir 50 tahun. Saya selalu datang ke kantor Pak Jakob. Terakhir bertemu dengan beliau sekitar satu tahun lalu," katanya saat ditemui di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (10/9/2020) siang.

Dalam pertemuan terakhirnya dengan Jakob, Sofjian menceritakan soal keadaan negara sebelum Pemilu 2019. Dalam kesempatan itu, Jakob berharap agar Indonesia bisa menjaga persatuan dan kebhinekaan.

"Juga menyangkut tentang ekonomi. Pak Jakob selalu ingin tahu. Beliau selalu mengikuti perkembangannya dari bidang beliau," lanjutnya. (FRD)

Proses Pemakaman

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Suasana di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, sebelum prosesi pemakaman. (AGS)

Kepala BNN: Pak Jakob Berperan dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Kepala Badan Nasional Narkotika Komisaris Jenderal Heru Winarko turut menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Jakob Oetama. Menurutnya, Jakob merupakan pribadi yang memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Almarhum punya dedikasi tinggi, kritis, humanis dan punya perhatian besar pada kemanusiaan. Pak Jacob ikut mencerdaskan kehidupan Bangsa melalui pikiran, tulisan dan media yang ia bangun," tuturnya. (GER)

Pemakaman Jakob Oetama

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Prosesi pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (10/9/2020) siang. (AGS)

Proses Pemakaman

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Prosesi pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (10/9/2020) siang. (AGS)

Penghormatan Terakhir dari Jusuf Kalla

Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menguburkan jenazah Jakob Oetama secara simbolis di TMP Kalibata, Kamis (10/9/2020). Ia juga memberi penghormatan terakhir untuk mendiang Jakob yang ia kenal sejak 40 tahun lalu.

Putra almarhum, Lilik Oetama, sekaligus CEO Kompas Gramedia turut memberi penghargaan terakhir. (SKA)

Upacara pemakaman Jakob Oetama

 

Upacara pemakaman Jakob Oetama dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada pukul 11.20. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Jenazah Jakob Oetama Diturunkan ke Liang Lahat

(KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI)

Jenazah pendiri Kompas Gramedia dan tokoh pers nasional diturunkan ke liang lahat di TMP Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020) pukul 11.00. Almarhum dimakamkan di blok AA. (SKA)

Persiapan Pemakaman

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Suasana menjelang pemakaman Jakob Oetama di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020). (AGS)

Jenazah Jakob Oetama Memasuki TMP Kalibata

(KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI)

Jenazah Jakob Oetama memasuki kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020). (SKA)

Jenazah Jakob Oetama Tiba di TMP Kalibata

(KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI)

Jenazah Jakob Oetama tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020) sekita pukul 11.00. Jenazah akan dimakamkan secara militer dan dipimpin oleh Ketua PMI Jusuf Kalla.(SKA)

Jakob Oetama Mewariskan Kepemimpinan Baik

Dokumentasi pribadi Parlindungan Purba

Parlindungan Purba anggota DPD RI 2004-2019 mengenal Jakob Oetama sebagai sosok yang mewariskan gaya kepemimpin baik. Hal ini terlihat dari caranya memimpin perusahaan media Harian Kompas. "Saya sangat kehilangan, saya percaya patah tumbuh hilang berganti. Kader-kader beliau berikutnya dapat melanjutkan kemajuan grup usaha Kompas Gramedia," kata Parlindungan.(NDY) 

Keberangkatan Mendiang Jakob Oetama ke TMP Kalibata

KOMPAS/ADITYA DIVERANTA

Video detik-detik keberangkatan mendiang Jakob Oetama dari tempat persemayaman menuju TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020). (DIV)

Persiapan Pemakaman di TMP Kalibata

KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI

Persiapan pemakaman pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Sejumlah tamu dan keluarga tampak hadir. Adapu  Ketua PMI Jusuf Kalla baru saja tiba. (SKA)

Pelepasan Jenazah Jakob Oetama ke Taman Makam Pahlawan Kalibata

(KOMPAS/ERIKA KURNIA)

Proses pelepasan jenazah Jakob Oetama ke negara dipimpin Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020). Jenazah akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan. (ERK)

Jakob Oetama Dianggap Sebagai Pahlawan

Kompas/Iwan Setiyawan

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut Jakob Oetama sebagai pahlawan. “Kami kehilangan pahlawan media,” kata Gatot menyatakan duka citanya atas kepergian Jakob Oetama, Rabu (9/9).

Ia mengingat Jakob sebagai seseorang yang punya prinsip. Jakob juga dipandang Gatot sebagai wartawan yang dalam megang prinsipnya itu tidak bisa dipengaruhi kekuatan politik sekuat apapun. Jati dirinya yang kuat sebagai jurnalis membuatnya menjadi sosok yang kuat. “Semoga awak-awak media Kompas terus mencontoh beliau,” kata Gatot.(EDN)

Karyawan Percetakan Melepas Kepergian Jakob Oetama

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Sejumlah karyawan unit percetakan Kompas Gramedia berbaris di pinggir jalan seberang kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020). Mereka berinisiatif melepas kepergian jenazah Jakob Oetama yang tengah disemayamkan di sana. 

Salah satu dari mereka, Sulaeman (46), yang bergabung menjadi karyawan sejak tahun 1996, mengenang pengalaman disapa langsung oleh Jakob Oetama 15 tahun lalu. "Waktu itu, kami baru ada kenaikan uang makan harian. Lalu, suatu hari bapak pernah bertanya langsung sama bapak, apa uang makan yang diberikan sudah cukup," tuturnya.

Perhatian itu membuatnya terenyuh dan merasakan kepedulian seorang Jakob Oetama pada karyawan kecil. (ERK)

Ungkapan Terima Kasih dari Sopir Keluarga Jakob Oetama

KOMPAS/ADITYA DIVERANTA

Sarju (60), seorang sopir keluarga Jakob Oetama, merasa terhormat karena bisa mengabdikan diri sejak 1980. Dia mengenal sosok Pak Jakob sebagai orang yang selalu membaca buku. Pada 1997, Sarju diangkat sebagai karyawan resmi perusahaan, namun lebih aktif mengantar istri Jakob Oetama. "Pak Jakob yang saya kenal itu, orangnya bekerja keras, baca dan baca. Di dalam mobil, beliau tidak pernah lepas dari bahan bacaan," jelasnya.

Sarju selalu mengingat pesan Jakob Oetama, "kalau bisa, utamakan pendidikan anak sampai setinggi mungkin," seingatnya. Kini, tiga anaknya telah menempuh pendidikan tinggi bergelar sarjana. (DIV)

Para Pelayat Mendoakan Jakob Oetama

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Pelayat berdoa di samping peti jenazah Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama tutup usia pada Kamis (10/9) pada usia ke 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Selanjutnya, jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (10/9).


Sebagian pelayat datang sembar membawa Harian Kompas yang menampilkan sosok Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama disela-sela antre untuk memberikan penghormatan terakhir. (KUM)

Gladi Bersih di TMP Kalibata

KOMPAS/FAJAR RAMADHAN

Anggota Garnisun Tetap I Jakarta melaksanakan gladi bersih upacara pemakaman Jakob Oetama di blok A.A Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta, Kamis (10/9/2020) pukul 09.40. Rencananya, upacara pemakaman akan dilaksanakan pada pukul 12.00. (FRD)

Pasukan Serah Terima Jenazah Jakob Oetama ke Negara Bersiap

Pasukan TNI bersiap untuk prosesi serah terima jenazah Jakob Oetama ke negara, Kamis (10/9/2020), di Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Saat ini sedang berlangsung misa requiem. Setelah diserahkan ke negara, Jakob Oetama dibawa ke Taman Makam Pahlawan untuk dimakamkan. (FAI)

Kenangan Karyawan tentang Sosok Jakob Oetama

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Suwadji Sudarsono (67), purnakarya unit percetakan Kompas Gramedia yang pensiun tahun 2007, melayat Jakob Oetama, pemimpin perusahaan yang ia hormati sampai saat ini. Salah satu kenangannya bersama pendiri Kompas itu adalah tampil sebagai karakter "Bagong" dalam pentas Wayang Orang yang dibawakannya dengan beberapa karyawan saat ulang tahun ke-54 Jakob Oetama. 

Di perjumpaan terakhirnya hari ini, Kamis (10/9/2020), Suwadji terpanggil untuk datang dengan membawa foto bersama mereka. Sosok Jakob ia kenang sebagai pemimpin yang rendah hati dan berilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. (ERK)

Misa Penguatan dan Penutupan Peti Jenazah Jakob Oetama

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Romo Sindhunata, Sj dan Romo Lasber Livinus Sinaga, CICM memimpin Misa Penguatan dan Penutupan Peti Jenazah Pendiri Kompas Gramedia sekaligus Pemimpin Umum Harian Kompas Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Jakob Oetama tutup usia pada Kamis (10/9) pada usia ke 88 tahun di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Selanjutnya, jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Kamis (10/9). (KUM)

Persiapan di TMP Kalibata

KOMPAS/FAJAR RAMADHAN

Para penggali kubur sedang mempersiapkan liang lahat untuk Jakob Oetama di blok A.A Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Rencananya, upacara pemakaman Jakob Oetama akan dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB. (FRD)

Persiapan Upacara Penyerahan Jenazah Jakob Oetama ke Negara

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Pasukan Garnisun TNI bersiap untuk melaksanakan upacara penyerahan jenazah Jakob Oetama di kantor Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020). (ERK)

Kepala BNPT: Jakob Oetama Sosok Pluralis dan Egaliter

KOMPAS/INSAN ALFAJRI

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar saat melayat ke Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020), menyatakan, Jakob Oetama adalah tokoh pers pluralis dan egaliter. Pendiri Kompas ini mempromosikan toleransi dan memberi kesempatan yang sama kepada semua orang. (FAI)

Jakob Oetama yang Selalu Bersyukur

 

KOMPAS/DANU KUSWORO

Jika ada satu kata yang mungkin Jakob Oetama sering sebut, terutama di tahun-tahun terakhir dirinya hadir di rapat redaksi, maka itu adalah kata "bersyukur".

Dalam "Yuk, Simak Pak Jakob Berujar" (2016), wartawan senior Kompas Ninok Leksono bercerita, Jakob selalu bilang dengan rendah hati dirinya berasal dari keluarga guru dan hanya ingin jadi guru, kemudian menjadi wartawan, dan kemudian pula diberi rahmat untuk menjadi pengusaha sukses. Sosok Jakob juga sangat dihormati oleh masyarakat. Itu sudah menjadi alasan lebih dari cukup untuk bersyukur.

Dalam kesuksesannya memimpin perusahaan yang berkembang, ia mengaku punya kekurangan dan mengalami kesalahan. "Kok dipercaya oleh Tuhan jadi perantara rahmat-Nya bagi kebahagiaan banyak orang," tutur Jakob. (DIV)

Misa Pelepasan Jenazah Jakob Oetama

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Misa pelepasan jenazah Jakob Oetama di lobi kantor Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020) dipimpin oleh Romo Sindhunata. Misa diselenggarakan pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Setelah itu, jenazah akan diserahkan ke negara untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta Selatan. (ERK)

Karyawan dan Kerabat Melayat Jenazah

KOMPAS/ERIKA KURNIA

Suasana lobi kantor Kompas Gramedia di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, yang menjadi tempat bersemayam jenazah Jakob Oetama, Kamis (10/9/2020), sebelum pukul 09.00. Protokol kesehatan diterapkan dalam proses melayat jenazah Jakob Oetama. Rencananya jenazah Jakob Oetama akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, siang nanti. (ERK)

Selamat Jalan Pak JO

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Orangtua sekaligus guru kami, karyawan Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia, hari Rabu (9/9/2020) kemarin. Hari Kamis (10/9/2020) ini rencananya Pak JO, biasa kami memanggil, akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata Jakarta. Banyak pelajaran yang kami dapat dari perjalanan hidup Pak JO. Kami jadi lebih mengerti makna kemanusiaan dan keindonesiaan. 

Harian Kompas melalui platform digital www.kompas.id melakukan reportase langsung prosesi pemakaman Pak JO sebagai bagian dari upaya kami melepas perjalanan Sang Penentu Arah, ke tempat peristirahatannya yang abadi. Selamat jalan Pak JO. (BIL)

Sejumlah Tokoh Mulai Berdatangan ke Palmerah

KOMPAS/INSAN ALFAJRI
Sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat mulai berdatangan ke Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020) pukul 09.00. Mereka melepas kepergian Jakob Oetama. Di antara mereka yang sudah datang, antara lain Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar. (FAI)