Reportase langsungGunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru Erupsi

. Pos terakhir
Guguran awan panas kembali terjadi di Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/4/2021) sore. Silakan simak perkembangan Semeru via reportase langsung ini.
Rangkuman
·
Semeru Kamis (9/12/2021) pagi dari Pasrujambe
·
Semeru pada Kamis (9/1/2021) pagi
·
Relawan Menghibur Pengungsi
·
Warga Tak Sabar Ambil Logistik di Posko Sumberwuluh
·
Suasana Dapur Umum di Pengungsian
·
Menengok Rumah
·
Banyuwangi Buka Donasi Bantuan ke Semeru
·
Banjir Lahar Hujan di Besuk Bang Lumajang
·
Jumlah Penungsi Semeru capai 3.697 jiwa
·
Pengungsi Mendapatkan Tempat Lebih Layak
·
Penemuan Jenazah
·
Suasana pagi di Penungsian SDN Supiturang
·
Suasana Semeru di pada pagi hari di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Selasa(7/12/2021)
·
Suasana Semeru Selasa (7/12/02021)
·
Lava Pijar di Puncak Semeru
·
Relokasi Tempat Pengungsian
·
Polres Malang Kirim Tim Trauma Healing ke Pengungsian
·
Abu Vulkanik rusak tanaman
·
Pemkot Surabaya Kirim Bantuan ke Lumajang
·
Jalur Evakusi Dipadati Mobl
·
Telkomsel Sediakan Wifi Gratis untuk Relawan dan Petugas
·
Pengelolaan Bantuan Bagi Pengungsi Belum Tertata
·
Pantuan Udara BNPB di Daerah Terdampak Semeru
·
Bantuan Air Bersih
·
Gunung Semeru
·
Upaya normalisasi jaringan listrik di Kecamatan Pronojiwo sisi timur masih terus dilakukan.
·
Suasana di Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (6/1/2021)
·
Evakuasi Barang
·
Suasana Pagi di Desa Supit Urang
·
Upaya Perbaikan Listrik di Pronojiwo
·
Tim SAR Evakuasi Sembilan Korban Meninggal Erupsi Semeru
·
Warga Siapkan Truk untuk Mengungsi
·
Risma Minta Dapur Umum Dipindah Karena Masuk Kawasan Rawan
·
Presiden Minta Jajarannya bergerak Cepat Bantu Korban Semeru
·
Warga Kembali untuk Menyelamatkan Makan Ternak
·
Kondisi jalur Piket Nol
·
Petugas Menyisir Warga untuk Menjauh dari Zona Bahaya
·
Evakuasi Barang
·
Penutupan Jalur Malang-Lumajang
·
Kondisi Dusun Kajarkuning Usai Erupsi
·
Debu dari Gunung Semeru di Jalan Gladak Perak
·
Suasana Jalan Menuju Gladak Perak, Lumajang
·
Desa Kajarkuning, Lumajang, Usai Erupsi
·
Suasana jalur menuju Gladak Perak, Lumajang
·
Warga Desa Sumbermujur, Candipuro Mengungsi
·
Penutupan jalur menuju Gladak Perak oleh petugas
·
Guguran Awan Panas Berhenti
·
13 Warga Lumajang Meninggal
·
Tim SAR Gabungan Mencari Poniyem
·
Sebaran Debu Semeru
·
Enam Desa Terdampak Awan Panas
·
Kepala BNPB Menuju Lumajang
·
Akses Terputus Sulitkan Penyaluran Bantuan dan Evakuasi
·
Suasana Desa Supit Urang yang Terdampak Erupsi di Minggu Pagi
·
Dampak Erupsi Semeru Besar Karena Akumulasi Beban Tumpukan
·
Erupsi Gunung Semeru Mengganggu Suplai Listrik
·
Tim Reaksi Cepat dan logistik Diturunkan
·
Rekomendasi bagi Warga
·
Warga Diminta Waspada
·
Warga Meninggal dan Hilang Mulai Terdata
·
Lokasi Semeru
·
Sejarah Panjang Semeru
·
Arah Debu Vulkanik
·
Pos Pengungsian Warga Didirikan
·
Terjebak Lava
·
Semeru, Maret 2020
·
Puan: Utamakan Penyelamatan Warga
·
Aktivitas Semeru
·
Jaringan Telkomsel Berangsur Pulih
·
Peta Pengalihan Jalur
·
Erupsi Semeru
·
Awan Panas dan Banjir Lahar

Bencana Semeru belum mereda. Harian Kompas pun beritikad tetap akan mengawal penanganan bencana ini melalui koran Kompas dan laman kompas.id. Walau sementara waktu undur dari dari reportase langsung ini.  

Semeru Kamis (9/12/2021) pagi dari Pasrujambe

Pantauan aktivitas Gunung Semeru dari Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (9/12/2021).

Semeru pada Kamis (9/1/2021) pagi

Relawan Menghibur Pengungsi

Komunitas ‘Entertainment Jawa Timur’ dan Galena Rescue, Rabu siang, mereka datang dan menghibur anak-anak pengungsi di SDN Supit Urang 04. Mereka mengajak anak-anak bernyangi, bermain games, sulap, dan tebak-tebakan. Tujuannya untuk menghibur anak-anak pengungsi, agar sedikit melupakan trauma mereka akibat bencana erupsi Semeru . (DIA)

Warga Tak Sabar Ambil Logistik di Posko Sumberwuluh

Sejumlah stok logistik, di Balai Desa Sumberwuluh, mulai menipis, Rabu (8/12/2021) siang. Sebagian warga yang tak sabar mengambil logistik berupa beras, mi instan, hingga susu formula secara mandiri ke balai desa tersebut. Semula karung beras menumpuk. Hanya beberapa jam saja karung-karung beras itu ludes diambil warga.

Padahal, relawan sudah punya mekanisme pembagian yang merata. Dengan habisnya stok logistik, dikhawatirkan ada warga lain yang tak dapat bagian. (NCA)

Suasana Dapur Umum di Pengungsian

Suasana dapur umum Tagana di Desa Sumber Urip, Pronojiwo. Dalam sehari dapur umum ini bisa memasok makanan hingga 3000 bungkus nasi untuk diantar ke posko-posko pengungsian. (DIA)

Menengok Rumah

Kalangan warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, mulai beraktivitas memanfaatkan kondisi cuaca yang cerah. Mereka menyempatkan pulang untuk melihat rumah yang ditinggal mengungsi, Rabu (8/12/2021).

Banyuwangi Buka Donasi Bantuan ke Semeru

Selain mengirim tim relawan dan bantuan paket sembako ke Lumajang, Pemkab Banyuwangi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi membuka posko bantuan erupsi Gunung Semeru. Penggalangan bantuan dibuka mulai, Selasa (7/12/2021).


Selain di BPBD, posko bantuan juga dibuka di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB). Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito mengatakan, donasi ini dibuka untuk membantu warga yang ingin menyalurkan bantuannya kepada warga Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Warga bisa langsung menyalurkan bantuannya ke posko yang ada di dia lokasi tersebut. 


"Kami tidak menerima bantuan berupa uang. Kalau ada warga yang ingin membantu dengan uang, kami sarankan menyalurkannya melalui Baznas atau institusi yang menggalang dana berupa uang," kata Mujito. (*/NIT)

Banjir Lahar Hujan di Besuk Bang Lumajang

Lahar hujan mengalir deras di sungai aliran Besuk Bang di Pronojiwo, Lumajang, Selasa (07/12/2021) malam sekitar pukul 20.10 WIB. Besuk Bang merupakan salah satu aliran lahar hujan Semeru. Untuk mengantisipasi jebolnya jembatan Pronojiwo di atas aliran Besuk Bang, maka petugas BPBD Lumajang dan sejumlah relawan melakukan buka tutup arus lalu lintas di atas jembatan.

Bagi pelintas pun diminta hati-hati dan melintasi jembatan dengan cepat. "Malam ini aliran lahar hujan Semeru cukup besar. Makanya sekarang dilakukan buka tutup jembatan untuk menghindari kejadian jembatan putus seperti di Gladak Perak," kata Bambang Nurdiansyah, petugas BPBD Lumajang. (DIA)

Jumlah Penungsi Semeru capai 3.697 jiwa

Data terkini Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Selasa (7/12), pukul 12.00, tercatat jumlah warga mengungsi mencapai 3.697 jiwa. Warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.

Berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sebaran titik pengungsian di Kabupaten Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan sembilan titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro 6 titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian 4 titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa,

Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi.

Selain dampak korban jiwa, erupsi mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak. Pihak pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan. Bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan terputus (Gladak Perak) 1 unit.(*/NIT)

Pengungsi Mendapatkan Tempat Lebih Layak

Pengungsi yang semula menempati posko pengungsian di Masjid Nurul Jadid, Selasa (07/12/2021) dipindah ke Smpn 02 pronojiwo. Selain lokasinya lebih luas, di sini juga ada gudang logistik dan posko medis. (DIA)

Penemuan Jenazah

Sekitar pukul 08.10 WIB tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi 5 jenazah, jenis kelamin laki-laki, lokasi penemuan dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Selanjutnya dibawa ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk diidentivikasi tim DVI.(BRO)

Suasana pagi di Penungsian SDN Supiturang

Relawan Jarongan Solidaritas Kemanusiaan Malang melakukan trauma healing dengan memberikan permainan-permainan di pengungsian SD Negeri Supiturang 4, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Selasa (7/12/2021). (BAH)

Suasana Semeru di pada pagi hari di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Selasa(7/12/2021)

Suasana Semeru Selasa (7/12/02021)

 

Lava Pijar di Puncak Semeru

Lava pijar terlihat dari puncak Gunung Semeru, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021).(BAH)

Relokasi Tempat Pengungsian

Pengungsi di posko pengungsian Masjid Nurul Jadid Desa Supit Urang Lumajang akan segera direlokasi ke tempat lebih layak. "Ini kami sedang keliling mencarikan lokasi pengungsian pengganti. Lokasinya sebaiknya yang tidak terbuka, minimal ada tembok," kata Komandan Kodim 0818 Letkol Inf. Yusub Dody Sandra, Senin (06/12/2021) saat meninjau beberapa lokasi pengungsian di SDN Supit Urang bersama Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar R Bagoes Wibisono Handoyo.

Lokasi pengungsian di Masjid Nurul Jadid dinilai kurang layak karena pengungsi tinggal di ruangan terbuka sebab masjid belum jadi (sebagian pengungsi tinggal di teras). (DIA)

Polres Malang Kirim Tim Trauma Healing ke Pengungsian

Tim trauma healing Polres Malang membagi-bagikan susu dan camilan untuk anak-anak di posko pengungsian Masjid Nurul Jadid, Senin (06/12/2021) sore. Selain membagi-bagikan makanan, mereka juga mengajak bermain dan menghibur anak-anak pengungsi itu untuk membantu pemulihan psikologis mereka usai jadi korban bencana. "Ini untuk meringankan beban anak-anak pengungsi agar kembali ceria meski berada di lokasi pengungsian," kata koordinator Tim Trauma Healing Polres Malang Ajun Komisaris Ahmad Sueb. (DIA)

Abu Vulkanik rusak tanaman

Abu Vulkanik merusak tanaman sayur milik warga di Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Hingga saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang masih mendata luas kerusakan tanaman. (DIA)

 

 

 

Pemkot Surabaya Kirim Bantuan ke Lumajang

Pemkot Surabaya membantu Pemkab Lumajang hingga bencana erupsi Gunung Semeru dinyatakan selesai. Bantuan itu berupa tenaga relawan, alat berat, hingga logistik. “Jumlahnya sebanyak 55 personel. Dari BPB Linmas sebanyak 17 personil, Dinas PMK sebanyak 24 personil, Satpol PP sebanyak 11 personil, dan Dinsos sebanyak 3 personil,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Irvan Widyantom Senin (6/12/2021) di Surabaya.

Sedangkan alat berat ada dua unit Truk, satu unit Truk Dapur Umum, dua unit Truck Water Supply, tiga unit Truk Pemadam, satu unit Skywalker, satu unit Bronto Skylift 44, dan tiga unit Pick up. Bantuan logistik itu diantaranya mie instan sebanyak 60 dus, biskuit sebanyak 17 dos, dan selimut sebanyak 200 buah. Sedangkan untuk saat ini, tim dari Pemkot Surabaya sedang menuju ke Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, yakni lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.(*/NIT)

Jalur Evakusi Dipadati Mobl

Kemacetan terjadi akibat rombongan pejabat, donatur bantuan, memenuhi jalan yang seharusnya lengang karena merupakan jalur evakuasi erupsi Gunung Semeru, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (6/12/2021).(BAH)

Telkomsel Sediakan Wifi Gratis untuk Relawan dan Petugas

Guna membantu mempermudah komunikasi petugas evakuasi dan instansi pemerintah yang siaga menghadapi erupsi Semeru, Telkomsel menyediakan lima Wifi gratis dan tiga telepon genggam.

Manager Corporate Communications Telkomsel Jawa Bali, Erwien Kusumawan menyebutkan 10 site Telkomsel yang terdampak sudah normal kembali di wilayah sekitar Semeru. Telkomsel telah menambah 11 unit mobile genset 10 KVA dan 25 KVA.

“Kami juga melakukan rerouting transmisi dari Pronojiwo - Lumajang ke arah Pronojiwo - Malang akibat putusnya Jembatan Gladak Perak. Selain itu, juga melakukan penambahan kapasitas di 11 site LTE Kabupaten Lumajang,”ujarnya. (*/NIT)

Pengelolaan Bantuan Bagi Pengungsi Belum Tertata

Penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak erupsi Semeru masih belum tertata. Senin (06/12/2021) siang, sempat terjadi ketegangan antara warga yang datang untuk mengambil sembako di Posko Pengungsian Masjid Nuril Jadid Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, dengan pengelola posko. Hingga saat ini data pengungsi di posko tersebut simpang siur.

Pengungsi datang dan pergi. Jumlah juga terus berubah. Tidak ada perangkat desa yang bisa menjadi penjamin bahwa warga yang datang meminta sembako adalah warganya. "Sampai hari ini data simpang siur. Saya hanya dibantu relawan. Saya harap kepala desa datang dan memastikan pengungsi di sini, agar jangan sampai warga yang benar-benar terdampak justru tidak menerima bantuan," kata Uswatun Hasanah, pengelola posko Masjid Nurul Jadid. Di sana, dalam sehari setidaknya ada 140-150-an pengungsi. (DIA)

Pantuan Udara BNPB di Daerah Terdampak Semeru

Kerusakan terlihat di sepanjang daerah aliran lahar di Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo,Lumajang. Kawasan itu tertutup material vulkanik dari awan panas guguran Gunung Semeru. Beberapa vegetasi yang ada di sepanjang daerah aliran lahar di Curah Kobokan juga rusak dan banyak pohon yang tumbang dan mati.

Hal itu teramati dalam pantauan udara yang dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama dengan Kepala Polda Jawa Timur Nico Afinta, dan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Senin (6/12/2021) siang.

Kepala BNPB, dalam rilis BNPB yang diterima Kompas, diinfokan memantau pula jembatan Gladak Perak di Desa Curah Kobokan yang rusak dan memutus jalur darat antara Lumajang menuju Malang akibat terdampak awan panas guguran Gunung Semeru.

Dalam pantauan itu juga terlihat kerusakan permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran daerah aliran lahar di Curah Kobokan. Selain itu, beberapa titik di sepanjang aliran lahar itu juga masih muncul kepulan asap dari material awan panas guguran.

Usai peninjauan yang dilakukan selama kurang lebih 15 menit, Kepala BNPB beserta rombongan kemudian mendarat di lapangan bola Kecamatan Pasirian dan disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.(*/NIT)

Bantuan Air Bersih

Relawan dari Desa Tamanayu memberikan air gratis kepada warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (6/12/2021). Selain makanan warga terdampak memerlukan air bersih serta listrik.(BAH)

Gunung Semeru

Setelah sering tertutup kabut, puncak Semeru tampak jelas terlihat pada Senin (06/12/2021) jam 10.30 WIB dari Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, tepatnya di sisi timur Jembatan Gladak Perak. Ceruk arah aliran lahar pun terlihat jelas

Upaya normalisasi jaringan listrik di Kecamatan Pronojiwo sisi timur masih terus dilakukan.

Suasana di Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (6/1/2021)

 

Evakuasi Barang

Warga terdampak erupsi Gunung Semeru kembali untuk mengambil harta benda di rumah di Dusun Kajarkuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). (BRO)

Seorang anggota Polisi membantu warga mengevakuasi ternak di Dusun Curahkoboan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Di tengah kondisi Semeru yang belum aman, warga masih kembali untuk menyelamatkan barang berharga yang tersisa. (BRO)

 

Suasana Pagi di Desa Supit Urang

 

Laporan wartawan Kompas Bahana Patria Gupta dari Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2022) pagi.

Upaya Perbaikan Listrik di Pronojiwo

Tim SAR Evakuasi Sembilan Korban Meninggal Erupsi Semeru

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan korban erupsi Gunung Semeru terus dilakukan oleh tim SAR gabungan di sejumlah lokasi terdampak bencana yang kondisinya paling parah.

Hingga Minggu (5/12), tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 9 korban bencana dengan kondisi semua meninggal dunia. Dari sembilan korban, rinciannya satu orang ditemukan pada Sabtu dan 8 jenazah ditemukan hari ini. Adapun 8 korban erupsi yang ditemukan pada hari kedua kejadian bencana ini terbanyak yakni 6 jenazah berada di Dusun Kajar Kuning, satu jenazah di Dusun Kebondeli Utara dan satu jenazah di Dusun Kebondeli Selatan.

Adapun mengenai identitas para korban belum bisa diketahui karena harus menunggu hasil identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim. Hasil identifikasi itu nantinya akan disampaikan secara resmi kepada masyarakat terutama pihak keluarga.
Sehari sebelumnya, satu korban atas nama Poniyem ditemukan pada Sabtu (4/12) menjelang petang di daerah Curah Kobokan.(NIK)

Warga Siapkan Truk untuk Mengungsi

Warga Supiturang menyiapkan truk di depan rumah lengkap dengan kasur dan makanan Minggu (5/12/2021) petang. Dengan jalan itu mereka bisa segera mengevakuasi diri jika sewaktu-waktu terjadi erupsi lagi. Marsukan(70) mengatakan hal itu dilakukannya demi keselamatan keluarga. (DIA)

Risma Minta Dapur Umum Dipindah Karena Masuk Kawasan Rawan

Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta jajarannya memindahkan lokasi dapur umum di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Dapur umum perlu dipindah karena masih berada di daerah rawan bencana erupsi Semeru.

Dalam kunjungannya Minggu (5/12/2021) Risma juga mengecek ketersediaan bahan pangan dan kelengkapan dapur umum.  Ia meminta agar timnya segera bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga korban erupsi.

Sejak Sabtu sore, tim tanggap darurat Kemensos telah turun ke lokasi kejadian bencana. Melalui Tagana, Kemensos bersama unsur-unsur penanganan bencana baik di pusat, provinsi maupun kabupaten, mengatasi dampak bencana.

Tagana melakukan pendataan terhadap korban, merelokasi kelompok masyarakat rentan seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, dan anak-anak ke lokasi yang lebih aman, mendistribusikan bantuan logistik, dan mendirikan dapur umum.(*/NIT)

 

Presiden Minta Jajarannya bergerak Cepat Bantu Korban Semeru

Presiden Joko Widodo telah memerintahkan segenap jajarannya untuk bergerak cepat melakukan langkah-langkah tanggap darurat dalam bencana alam erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu,(4/12/2021). Presiden juga telah menerima laporan dan terus memonitor situasi dari waktu ke waktu.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang memberikan keterangan mewakili Presiden Joko Widodo pada Minggu, (5/12) sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, dan Bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban yang luka-luka, dan melakukan penanganan dampak bencana," jelas Mensesneg.(*NIT)

Warga Kembali untuk Menyelamatkan Makan Ternak

Warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, menyelamatkan ternak miliknya,yang sempat ditinggal karena erupsi Semeru Minggu (5/12/2021).(DIA)

Kondisi jalur Piket Nol

Suasana saat abu vulkanik turun di jalur piket nol Pronojiwo di Lumajang, Sabtu (5/12/2021) pukul 13.00. Jalur ini menghubungan Lumajang dengan Kabupaten Malang.(DIA)

Petugas Menyisir Warga untuk Menjauh dari Zona Bahaya

Petugas menyisir warga utk menjauh dari permukiman penduduk di Dusun Sumbersari, Desa Supit Urang, karena Abu Vulkanik Semeru kembali turun, Minggu (5/12/2021) siang. (DIA)

Evakuasi Barang

Batalyon B Satbrimob Polda Jatim dan BPBD Lumajang membantu evakuasi barang2 warga di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Tujuannya agar warga tidak balik ke rumah utk menyelamatkan barangnya karena masih bahaya.

Penutupan Jalur Malang-Lumajang

Wawancara dengan Dandim 0818 Balang-Batu Letkol Yusub, Minggu (5/12/2021). Tni-Polri membantu menutup akses jalan menuju jembatan Gladak-Perak. Tujuannya mencegah warga datang menonton dan mengantisipasi dampak jatuhnya korban lain, sebab abu vulkanik masih sering tiba-tiba turun. (DIA)

Kondisi Dusun Kajarkuning Usai Erupsi

Debu dari Gunung Semeru di Jalan Gladak Perak

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Suasana Jalan Menuju Gladak Perak, Lumajang

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Desa Kajarkuning, Lumajang, Usai Erupsi

Dampak erupsi Gunung Semeru di Desa Kajarkuning, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021) siang usai diterjang awan panas. (BRO)

Suasana jalur menuju Gladak Perak, Lumajang

Warga Desa Sumbermujur, Candipuro Mengungsi

Erupsi Gunung Semeru memaksa kalangan warga Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengungsi pada Minggu (5/12/2021). Polisi mengarahkan warga menuju tempat pengungsian terdekat. (BRO)

Penutupan jalur menuju Gladak Perak oleh petugas

Penutupan jalur menuju Gladak Perak oleh petugas. Lokasi ini berjarak 2 km dari Gladak Perak, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Penutupan dilakukan utk mencegah kerumunan warga mendekat ke lokasi. Warga di antaranya youtuber banyak datang ke lokasi untuk merekam suasana. Penutupan dilakukan untuk mencegah munculnya korban tambahan sebab, abu vulkanik masih tebal dan dikhawatirkan memicu longsor dari tebing atau perbukitan di sekitar lokasi. (DIA)

Guguran Awan Panas Berhenti

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat ini Gunung Semeru masih dalam status level II atau Waspada. Pantauan secara visual menunjukkan guguran awan panas telah berhenti dikarenakan kondisi hujan di sekitar puncak kubah lava Gunung Semeru.

Adapun pemantauan kondisi udara melalui radar Accuweather Udara mencapai tingkat polusi tinggi dan berdampak negatif terhadap kelompok yang masuk dalam kategori rentan, yaitu lansia, ibu hamil, disabilitas serta anak-anak. Demikian rilis yang keluarkan BNPB terkait kondisi terkini Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021).

BPBD Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan aktivitas di Daerah Aliras Sungai (DAS) Mujur di Curah Kobokan dan DAS lainnya maupun beberapa tempat yang dimungkinkan menjadi tempat aliran guguran awan panas.

Sebaran dan guguran awan panas berdampak pada dua kecamatan di Lumajang, yakni Kecamatan Pronojiwo tepatnya di Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang serta Kecamatan Candipuro di Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur. Total ada 902 warga yang mengungsi. Mereka tersebar di beberapa titik kecamatan di Lumajang. (*/NIT)

13 Warga Lumajang Meninggal

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyatakan 13 orang  meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru. Dua orang berasal dari Curah Kobokan dan Kubuan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Informasi itu disampaikan Suharyanto melalui rilis BNPB, Minggu (5/12/2021).

Selain itu, sebanyak 41 orang yang mengalami luka-luka, khususnya luka bakar, telah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Penanggal, Lumajang. Selanjutnya mereka dirujuk menuju RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sementara itu, warga luka lainnya ditangani di beberapa fasilitas kesehatan, yaitu 40 orang dirawat di Puskesmas Pasirian, 7 orang di Puskesmas Candipuro, serta 10 orang lain di Puskesmas Penanggal di antaranya terdapat dua orang ibu hamil.

Tim gabungan juga berhasil mengevakuasi warga yang tadi malam dilaporkan Wakil Bupati Lumajang terjebak di kantor pemilik tambang. Saat ini para warga telah ditempatkan di Pos Curah Kobokan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(*/nit)

Tim SAR Gabungan Mencari Poniyem

Tim SAR gabungan mengerahkan tiga tim Search and Rescue Unit(SRU) untuk mencari  Poniyem (50) pada Minggu (5/12/2021) pagi ini. Ia merupakan warga RT 05 RW 07 Desa Supiturang, kecamatan Pronojiwo, kabupaten Lumajang, yang dilaporkan hilang paska bencana erupsi Gunung Semeru.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna mengatakan ketiga SRU segera bergerak usai apel personel tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Bupati Lumajang. SRU 1 mencari di seputaran Kajar Kuning dan dusun Curah Kobokan. Adapun SRU 2 dan SRU 3 mencari di area Kebondeli. Wayan menambahkan, sebanyak 1 SRU juga disiagakan di Posko Induk yang nantinya dapat dikerahkan sewaktu-waktu jika diperlukan.

Adapun pihak-pihak yang ikut terlibat dalam upaya pencarian korban ini, di antaranya tim Kantor SAR Surabaya, KODIM 0821 Lumajang, Polres Lumajang, BPBD provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Satpol PP, Dishub Lumajang, Potensi SAR Jember dan Lumajang, RAPI, dan sejumlah organisasi potensi SAR lainnya.

Dalam proses pencarian ini, para personel tim SAR gabungan dilengkapi dengan sejumlah alat pelindung diri, di antaranya kacamata safety, masker, sepatu safety dan lain-lain.(*/nit)

Sebaran Debu Semeru

Enam Desa Terdampak Awan Panas

Data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB per Sabtu (4/11), bencana awan panas guguran Gunung Semeru telah berdampak di enam desa yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Lumajang. Selain itu, sebaran abu vulkanik telah berdampak di 11 desa/kelurahan di sembilan kecamatan.

Awan panas guguran Gunung Semeru juga menyebabkan satu warga meninggal dunia, dua orang hilang, 8-10 orang masih terjebak, 70 orang dilarikan ke puskesmas dan 300 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Data ini belum berubah hingga Minggu (5/12) pukul 07.51

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam rilisnya menyebutkan kerusakan dan kerugian materil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.(*/nit)

Kepala BNPB Menuju Lumajang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto Minggu (5/11) pagi ini bertolak ke Kabupaten Lumajang di Jawa Timur, untuk mengunjungi lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Kunjungan Kepala BNPB ini dilakukan guna memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya proses evakuasi korban terdampak dapat berjalan secara optimal, dan kebutuhan dasar pengungsi tersalurkan dan diterima dengan baik.

“Kami datang untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya penanganan pengungsi ini bisa berjalan secara tepat dan cepat. Dan tentunya kebutuhan dasar dari pengungsi ini akan kami yakinkan untuk dapat terfasilitiasi secara optimal,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rilis resmi BNPB.

Sebelumnya BNPB telah mengirimkan tim reaksi cepat guna melaksanakan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Lumajang dan BPBD Provinsi Jawa Timur dalam upaya penanganan darurat bencana guguran awan panas Gunung Semeru.

Selain itu, BNPB juga telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan seperti selimut, makanan siap saji, terpal, tenda darurat dan logistik dasar lainnya.(NIT)

Akses Terputus Sulitkan Penyaluran Bantuan dan Evakuasi

Akses jalan menuju Lumajang dari Malang yang terputus menyebabkan bantuan tenaga dan logistik terhambat. Bantuan terpaksa harus dikirim memutari pegunungan Bromo-Tengger-Semeru.

Peltu Suparman anggota Koramil Pronojiwo, Lumajang, yang Minggu (5/12/2021) pagi ini berada di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, kawasan terdampak erupsi Semeru, mengatakan akses ke dusun-dusun masih tertutup oleh pepohonan yang tumbang.  "Sebagian warga yang berada di dusun-dusun itu belum bisa dievakuasi," kata Suparman saat dihubungi dari Malang.

Saat ini upaya membuka jalan sudah dilakukan, namun butuh waktu karena tenaga terbatas. Terputusnya Jembatan Gladak Perak di Perbatasan Lumajang dan Malang membuat personel tak bisa cepat sampai di lokasi. (NIT)

Suasana Desa Supit Urang yang Terdampak Erupsi di Minggu Pagi

Suasana desa yang rusak oleh erupsi semeru di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021). Aktivitas di dominasi warga yang berusaha menyelamatkan barang-barang yang tersisa. (BAH)

Dampak Erupsi Semeru Besar Karena Akumulasi Beban Tumpukan

Besarnya dampak bencana erupsi Semeru pada Sabtu (04/12/2021) menurut Ketua Pusat Studi Kebumian Universitas Brawijaya Malang Adi Susilo, disebabkan karena tiga hal terakumulasi sekaligus. Di antara sebab tersebut adalah penumpukan material vulkanik sisa erupsi yang terjadi selama ini di puncak, akhirnya luruh atau jatuh akibat tidak lagi kuat menahan beban tumpukan. Sebab, hari itu kapasitas tumpukan di atas (di jalur erupsi di puncak) semakin besar karena ditambah munculnya material erupsi baru dan dibarengi hujan.

"Arah erupsi Semeru selama ini menumpuk di Tenggara. Sehingga Tenggara Semeru selama ini menjadi daerah rawan sekaligus kaya sumberdaya alam akibat erupsi seperti pasir dan batuan. Lalu, ketika material vulkanik yang menumpuk di atas dan sudah tidak bisa menempel dan kemiringan tinggi, dibarengi turun hujan , maka otomatis material itu akan gugur. Dan material vulkanik itu kondisinya masih panas, sehingga walaupun kena hujan tetap berbahaya," kata Adi.

Dampak erupsi besar seperti ini, menurutnya juga pernah terjadi tahun 1970-an. Saat itu jembatan Gladak Perak juga roboh dan kebun-kebun warga juga lenyap disapu lahar. Menurutnya, erupsi kali ini semacam perulangan dampak pada tahun1970-an itu. (DIA)

Erupsi Gunung Semeru Mengganggu Suplai Listrik

Erupsi Gunung Semeru mengganggu suplai listrik para pelanggan di wilayah Kabupaten Lumajang dan sekitarnya. Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi Jawa Timur mencatat sedikitnya terdapat 30.523 pelanggan yang terdampak. Mayoritas merupakan pelanggan rumah tangga.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jatim Adi Priyanto mengatakan, sebanyak 30.523 pelanggan yang terdampak erupsi Gunung Semeru ini menerima suplai listrik dari 112 gardu distribusi pada Penyulang Pronojiwo yang menjadi bagian dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tempeh.

”Hingga malam ini, baru 30 gardu distribusi yang berhasil dipulihkan sehingga pelanggan bisa mendapatkan kembali suplai listriknya. Gardu ini menyuplai kebutuhan listrik untuk 7.508 pelanggan,” ujar Adi, Sabtu (4/12/2021).(NIK)

Tim Reaksi Cepat dan logistik Diturunkan

BNPB mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memberikan pendampingan dalam penanganan darurat Sabtu (4/12/2021) malam. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto, dalam konferensi pers yang disiarkan online, mengatakan BNPB juga mengirimkan bantuan logistik hari ini juga. Bantuan akan datang bersamaan dengan TRC dan perwakilan kementerian dan lembaga.

“Malam ini kami mengirimkan TRC untuk mendampingi pemerintah daerah. Tim akan berangkat lewat darat dan membawa logistik bantuan, seperti selimut, makan siap saji, terpal, tenda darurat, matras dan logistik dasar lainnya,” ujar Suharyanto.(NIT)

Rekomendasi bagi Warga

Rekomendasi dalam laman magma.esdm.go.id terkait erupsi Gunung Api Semeru yang disusun oleh Yuda Prinardita Pura, A.Md.

1. Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.


2. Warga diminta menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.


3. Warga diminta mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.


4. Warga agar mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di Gunung Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk). (*/RYO)

Warga Diminta Waspada

Guguran awan panas dari erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) mengarah ke tenggara. Warga diimbau untuk waspada dampak erupsi, terutama di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Andiani menyatakan, pihaknya saat ini tengah menurunkan tim untuk mengamati erupsi Gunung Semeru. Sebelumnya, erupsi terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dengan durasi 5.160 detik.

”Tim tengah diterjunkan ke lokasi untuk pengamatan dan kami masih menunggu hasilnya. Pada saat kejadian, visual gunung tertutup kabut dan awan panas guguran mengarah ke tenggara gunung,” ujarnya saat dihubungi di Bandung, Sabtu (4/12/2021) malam. (RTG)

Warga Meninggal dan Hilang Mulai Terdata

Wakil Bupati Lumajang, Indah Masdar, mengatakan, ada satu korban meninggal dunia di Curah Kobokan, dua orang dilaporkan masih hilang di Besuk, 8 orang masih terjebak di kantor pemilik tambang, dan 41 orang lainnya luka berat dan luka bakar.


Korban luka bakar dirujuk ke RS Haryoto, RS Bhayangkara, dan RS Pasirian. Lainnya dirawat di Puskesmas Candipuro ada 7 orang dan Puskesmas Penaggal.


Sebanyak 300 keluarga di Curah Kobokan sebagian besar mengungsi, tinggal beberapa dan sudah berhasil dievakuasi. Proses evakuasi lamban karena mobil tidak bisa masuk ke lokasi, lumpur setinggi lutut.


“Ada satu orang meninggal dari Curah Kobokan dan akan segera dibawa ambulans. Hampir semua rumah hancur di Curah Kobokan dan semua mengungsi di balai desa Penaggal. Tahun lalu kami buka tenda pengungsi di lapangan Kamar Kajang tetapi sekarang tidak memungkinkan karena dikhawatirkan ada lahar susulan,” katanya. 


Masdar membenarkan jalur Lumajang-Malang putus akibat rusaknya jembatan Gladak Perak. Oleh karena itu, dia berharap BPBD Kabupaten Malang dan Dinas Sosial Kabupaten Malang untuk mendirikan posko pengungsian dan dapur umum untuk melayani warga Pronojiwo (WER)

Lokasi Semeru

Lokasi Gunung Semeru dan gunung-gunung lain di Jawa Timur. 

Sejarah Panjang Semeru

Semeru memiliki catatan panjang sejarah erupsi yang terekam sejak 1818. PVMBG mencatat, leleran lava Semeru pernah terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942. Saat itu letusan sampai di lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter dan material vulkanik menimbun pos pengairan Bantengan.

Selanjutnya beberapa aktivitas vulkanik terjadi beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955-1957, 1958, 1959, 1960.

Pada 1 Desember 1977, guguran lava menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar. Adapun volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta meter kubik. Awan panas juga mengarah ke wilayah Besuk Kobokan yang menyebabkan sawah, jembatan, dan rumah warga rusak.

PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan 2008. Pada tahun 2008, tercatat beberapa kali erupsi, yaitu pada rentang 15 Mei hingga 22 Mei 2008. Teramati pada 22 Mei 2008, empat kali guguran awan panas yang mengarah ke wilayah Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter. (AIK)

Arah Debu Vulkanik

Menurut informasi dari BMKG Juanda, berdasarkan pantauan citra satelit pukul 18.00 WIB sebaran debu vulkanik dari Gunung Semeru cenderung ke arah barat daya. (RYO)

Pos Pengungsian Warga Didirikan

Rudi, anggota Tagana dari Lumajang mengatakan saat ini sudah ada posko pengungsian erupsi Gunung Semeru yang dibuka. Titik pengungsian itu yakni Pertigaan jalan Pronojiwo di Desa Supiturang, Balai Desa Sumberwuluh dan Balaidesa Kamarkajang, di Lumajang. 

Warga saat ini membutuhkan masker, makanan dan minuman siap saji, jas hujan, terpal, dan selimut. Saat ini, akses ke Pronojiwo terputus dari Malang karena Jembatan Gladak Perak tak bisa dilewati. (NIT)

Terjebak Lava

Warga Desa Curah Kobokan, Lumajang, yang berada di lereng Gunung Semeru dilaporkan tengah membutuhkan bantuan. Warga yang tak sempat keluar dari desa saat erupsi terjadi kini berlindung di masjid dan membutuhkan evakuasi karena posisinya terjebak lava.

“Kerahkan potensi-potensi tim SAR terdekat untuk membantu evakuasi warga. Hal ini harus menjadi prioritas mengingat warga yang tinggal di sekitar lereng Semeru tak membawa apa-apa saat berusaha menyelamatkan diri,” kata Ketua DPR Puan Maharani.

Erupsi Gunung Semeru juga membuat dua kecamatan di Lumajang dalam kondisi gelap gulita. Puan mengingatkan Pemda untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

“Logistik hingga perlengkapan medis harus tersedia untuk warga korban letusan Semeru. Pemda pun perlu menyiapkan pengungsian yang nyaman bagi warga, khususnya untuk balita, anak-anak, lansia, serta ibu hamil dan menyusui,” tutur mantan Menko PMK itu.

Kondisi erupsi Gunung Semeru kali ini disebut lebih besar dibanding tahun 2020 lalu. Erupsi yang terjadi sore tadi menyebabkan warga merasakan hujan kerikil dan lumpur.

“Warga kami harap untuk selalu waspada dan selalu memperhatikan keselamatan diri serta keluarga. Jangan mendekati area-area yang membahayakan dan berisiko,” tutup Puan. (SYA)

Semeru, Maret 2020

Dalam foto arsip Kompas ini, terlihat Gunung Semeru mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA 

Puan: Utamakan Penyelamatan Warga

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa prihatin atas meletusnya Gunung Semeru di Jawa Timur. Ia pun meminta agar pemerintah bersama instansi terkait memprioritaskan penyelamatan warga.

“Keprihatinan mendalam kami haturkan kepada warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang, yang tengah diterpa bencana gunung meletus. Kita berharap semoga tidak ada korban jiwa akibat meletusnya Gunung Semeru,” kata Puan, Sabtu (4/12/2021).

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini pun meminta agar pemerintah segera melakukan tanggap darurat. Puan menekankan kepada pemerintah daerah agar mengoptimalkan koordinasi dengan BPBD, TNI/Polri dan berbagai lembaga/instansi lainnya.

“Utamakan penyelamatan warga terdampak gunung meletus, terutama untuk warga di sekitar Gunung Semeru yang terjebak di sekitar rumahnya dan belum berhasil menyelamatkan diri,” tegasnya. (*/SYA/RYO)

 

Aktivitas Semeru

Semeru setahun terakhir ini cukup aktif. Hari Selasa (1/12/2020), Semeru memuntahkan awan panas sejauh 3 km pada pukul 01.23 disusul luncuran sejauh 11 km pada pukul 01.45. Saat itu, 500 keluarga di Dusun Kamar A Desa Oro-Oro Ombo, Dusun Rowo Baung, dan Dusun Supit Urang di sekitar Besuki Krobokan diungsikan.

Kemudian pada hari Sabtu (16/1/2021) pukul 17.24, awan panas disertai hujan abu menerjang arah utara di sejumlah desa di kaki gunung di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Lokasi pengungsian pun disiapkan, seperti pada erupsi Desember 2020.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Kabupaten Wawan Hadi Siswoyo mengatakan, awan panas terpantau dari sejumlah desa, tetapi jaraknya cukup jauh dengan permukiman. Desa itu ialah Curah Krobokan, Sumber Mujur, dan Kamar Krajan. ”Debunya  terasa sampai desa, tetapi warga belum ada yang mengungsi hingga kini,” katanya, Sabtu malam, Januari 2021. (RYO/NIT/HRS/NCA/CHE)

  

Jaringan Telkomsel Berangsur Pulih

Usai erupsi Gunung Semeru, Manager Corporate Communications Telkomsel Jawa Bali Erwien Kusumawan mengatakan, pihaknya langsung mengalihkan 10 site yang mengalami gangguan ke site terdekat.

"Terkait erupsi Gunung Semeru yang melanda Desa Pronojiwo dan Desa Supiturang, jaringan yang sempat terganggu di wilayah itu langsung bisa diatasi, sehingga komunikasi telepon beserta layanan data tetap berjalan lancar karena dicover site tambahan di sekitar Gunung Semeru," katanya.

Telkomsel juga langsung menurunkan tim untuk memantau sekaligus ikut membantu masyarakat dengan memasok berbagi kebutuhan pokok. Jadi menurut Erwien, saat ini jaringan di sekitar wilayah terdampak semburan awan panas Semeru sudah teratasi. "Pasca erupsi jaringan sempat terganggu, tapi tidak berlangsung lama," ujarnya. (ETA)

Peta Pengalihan Jalur

Erupsi Semeru

Guguran awan panas kembali terjadi di Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/4/2021) sore. Meski terjadi peningkatan aktivitas, status gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu masih tetap Waspada Level II.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menyatakan, material guguran awan panas berpadu dengan hujan deras yang turun di lereng gunung. Akibatnya, terjadi banjir lahar hujan, disertai letupan material, suara dentuman, dan hujan abu ke wilayah di sekitarnya.

Lahar hujan mengalir di Kali Supiturang dan Curah Kobokan di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Sementara hujan abu, sampai pukul 16.00, dilaporkan mengguyur kedua dusun tersebut.

”Memang tadi  ada awan panas guguran dibarengi hujan sehingga saat awan panas guguran turun, asapnya seperti yang beredar di media sosial,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Lumajang Joko Sambang, ketika dihubungi dari Malang. (WER/DIA)

Awan Panas dan Banjir Lahar

Guguran awan panas kembali terjadi di Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/4/2021) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang menyatakan, material guguran awan panas berpadu dengan hujan deras yang turun di lereng gunung. Akibatnya, terjadi banjir lahar hujan, disertai letupan material, suara dentuman, dan hujan abu ke wilayah di sekitarnya.

Lahar hujan mengalir di Kali Supiturang dan Curah Kobokan di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Hujan abu dilaporkan mengguyur kedua dusun tersebut.