logo Kompas.id
PolitikPDI-P Undang Susi Pudjiastuti

PDI-P Undang Susi Pudjiastuti

BANDUNG KOMPAS &mdash Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk dapat mengikuti proses penjaringan dalam pemilihan Gubernur Jabar 2018 Susi tercatat sebagai salah satu dari sejumlah bakal calon yang d

· 3 menit baca

BANDUNG, KOMPAS — Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat mengundang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk dapat mengikuti proses penjaringan dalam pemilihan Gubernur Jabar 2018. Susi tercatat sebagai salah satu dari sejumlah bakal calon yang diundang untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai bakal calon gubernur Jabar pada pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018. Selain Susi, sejumlah nama lain juga diundang, di antaranya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, serta Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Jabar Netty Prasetiyani, yang juga istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.Bakal calon gubernur Jabar lainnya yang sudah diundang PDI-P adalah mantan Kepala Kepolisian Daerah Jabar Inspektur Jenderal Anton Charliyan, yang kini Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, serta Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. Selain keenam orang tersebut, kader dari internal partai yang sudah mendaftar juga akan diundang, salah satunya Puti Guntur Soekarno. "Nama-nama itu, termasuk Ibu Susi Pudjiastuti, yang masuk radar dan pemetaan politik partai kami. Juga banyak aspirasi dari masyarakat lainnya sehingga kami perlu mengagregasinya. Mereka akan kami undang untuk mempresentasikan visi untuk membangun Jabar. Upaya ini merupakan bagian dari proses penjaringan," kata Sekretaris DPD PDI-P Jabar Abdy Yuhana seusai menerima kunjungan Deddy Mizwar di kantor sekretariat DPD PDI-P Jabar, Senin (16/10). Menurut Abdy, acara mendengar visi-misi bakal calon gubernur Jabar itu direncanakan pada Sabtu (21/10) di Bandung. Namun, di mana acara tersebut digelar tak dirinci. Para peserta yang diundang diminta mempresentasikan visi dan misi mereka di hadapan 40 tamu undangan dari kalangan tokoh dan budayawan Jabar. "Dengan mereka memberi presentasi langsung, kami dapat mengetahui siapa di antara calon yang memiliki karakter dan visi sangat kuat untuk membangun Jabar. Ini upaya kami membuka ruang komunikasi dengan siapa pun. Calon yang akan diusung PDI-P tak tertutup kemungkinan kombinasi dari internal dan eksternal partai," ujar Abdy. Ditanya mengenai sosok Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Abdy menegaskan, pihaknya tidak mengundang Ridwan. "Sejak awal, kami sudah meminta yang bersangkutan (Ridwan Kamil) mengikuti penjaringan. Begitu pula dari jajaran DPP (dewan pimpinan pusat) sudah mengirim utusan untuk mendorong Ridwan mendaftar, tetapi tidak direspons," katanya. Cegah konflik TolikaraSementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta Bupati Tolikara Usman Wanimbo menggelar rekonsiliasi untuk menyatukan dua kelompok yang berbeda pilihan politik pascapilkada di Tolikara. Cara ini digunakan sebagai solusi untuk menghentikan konflik yang terjadi di Tolikara saat ini. Konflik pascapilkada di Tolikara sebelumnya sempat berujung keributan di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, baru-baru ini. Kemarin, seusai melantik Bupati Tolikara Usman Wanimbo beserta Wakil Bupati Dinus Wanimbo di Kantor Gubernur Papua di Jayapura, Enembe meminta Usman dan Dinus merangkul warga yang berbeda pilihan. Mereka yang berseberangan diharapkan juga dilibatkan dalam pembangunan. "Jika pimpinan daerah berlaku diskriminatif kepada warga, hal itu akan memicu konflik daerah. Pimpinan tersebut harus bertanggung jawab mengatasi konflik," kata Lukas.Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, tingginya tingkat partisipasi warga pada Pilkada 2017 harus tetap dijaga hingga pelaksanaan pilkada berikutnya pada 2018. "Pasangan calon yang akan bertarung diharapkan bertarung positif, memublikasikan ide dan gagasannya untuk menarik minat," ujarnya. (SEM/MHD/FLO)

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Memuat data..