logo Kompas.id
Politik & HukumWapres Amin: Orang yang Punya ...
Iklan

Wapres Amin: Orang yang Punya Malu Takut Bertindak Tak Sesuai Norma, Nilai, dan Etika

Wapres Amin menuturkan, tahun baru Imlek bagi umat Konghucu merupakan momen refleksi dan perayaan syukur yang penting.

Oleh
CYPRIANUS ANTO SAPTOWALYONO
· 4 menit baca
Dekorasi Imlek 2024 menghiasi sekitar pintu masuk Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/2/2024).
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Dekorasi Imlek 2024 menghiasi sekitar pintu masuk Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (12/2/2024).

JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Ma’ruf Amin menuturkan bahwa rasa malu merupakan sifat fundamental untuk terwujudnya kebaikan sekaligus untuk menciptakan jarak dari keburukan. Seseorang yang memiliki rasa malu akan takut melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, nilai, dan etika. Dengan demikian, ia tidak akan melakukan perbuatan yang menyakiti sesamanya.

”Dalam ajaran Islam yang saya anut, Nabi Muhammad SAW bersabda, ’Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.’ Hal ini bermakna, rasa malu sebagai sebuah faktor yang dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan tidak terpuji dan mendorongnya untuk berbuat kebajikan,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat menghadiri Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili secara daring dari kediaman Wapres di Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

Mengawali sambutannya, Wapres Amin menuturkan, tahun baru Imlek bagi umat Konghucu merupakan momen refleksi dan perayaan syukur yang amat penting. Perayaan ini diwarnai dengan semangat memperbarui diri sebagaimana tecermin dari tema yang diangkat, yaitu ”Malu bila Tidak Tahu Malu, Menjadikan Orang Tidak Menanggung Malu”.

”Saya kira tema ini sarat makna, baik dalam konteks refleksi hubungan antara individu dengan Tuhan-nya maupun antarsesama dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Wapres Amin.

Baca juga: Wapres: Imlek Momentum Penguatan Komitmen Berbangsa dan Bernegara

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili secara daring dari kediaman Wapres di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).
BPMI - SETWAPRES

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri Perayaan Nasional Hari Raya Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili secara daring dari kediaman Wapres di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).

Rasa malu merupakan sifat fundamental untuk terwujudnya kebaikan sekaligus untuk menciptakan jarak dari keburukan. ”Seseorang yang memiliki rasa malu akan takut melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, nilai, dan etika. Dengan demikian, ia tidak akan melakukan perbuatan yang menyakiti sesamanya,” kata Wapres Amin.

Wapres Amin mengatakan, dalam falsafah ketimuran, budaya malu yang dimiliki masyarakat Nusantara sejatinya merupakan nilai luhur yang telah tertanam turun-temurun. ”Namun, patut disadari bahwa budaya malu dapat luntur seiring dengan makin kuatnya desakan zaman yang mengaburkan standar-standar etika dan moral masyarakat,” katanya.

Seseorang yang memiliki rasa malu akan takut melakukan tindakan yang tidak sesuai norma, nilai, dan etika.

Oleh karena itu, menurut Wapres Amin, seluruh pemuka agama, termasuk pemuka agama Konghucu, memiliki peran penting dalam membudayakan rasa malu di kalangan umat. Ajaran, nasihat, dan edukasi kepada umat terus diperlukan agar rasa malu dalam diri individu mampu berkembang menjadi sebuah tata nilai komunal yang mengukuhkan identitas bangsa. Dengan demikian, keteraturan, kerukunan, dan persatuan bangsa ini senantiasa terpelihara.

Baca juga: Urgensi Menjaga Etika Politik dan Demokrasi di Pemilu 2024

Dekorasi lampion untuk menyemarakkan tahun baru Imlek menghiasi pusat perbelanjaan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (11/2/2024).
KOMPAS/PRIYOMBODO (PRI)

Dekorasi lampion untuk menyemarakkan tahun baru Imlek menghiasi pusat perbelanjaan di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (11/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, Wapres Amin menuturkan, bangsa Indonesia sedang menantikan pelaksanaan pemilu, yakni pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah, untuk menentukan pemimpin nasional dan daerah.

Iklan

”Kita mesti mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bangsa yang besar dan matang dalam berdemokrasi, bangsa yang dewasa dalam mengelola perbedaan dan mampu bangkit dari keterpurukan. Kita harus berupaya dan saling mendukung untuk tumbuh lebih kuat, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” kata Wapres Amin.

Baca juga: Pemilu 2024 Menentukan Nasib Demokrasi Indonesia

Wapres Amin juga mengajak semua pihak turut menyukseskan agenda nasional yang penting tersebut. ”Para tokoh agama Konghucu agar berperan lebih dalam mendukung terciptanya pemilu yang sejuk dan damai. Umat Konghucu juga diharapkan mampu menggunakan hak politiknya secara bertanggung jawab,” katanya.

Wapres Amin menuturkan, dengan kematangan dan kedewasaan bangsa dalam berdemokrasi, Indonesia diharapkan akan senantiasa dianugerahi para pemimpin yang mampu menyatukan berbagai perbedaan sekaligus memanfaatkannya menjadi salah satu pilar kekuatan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Wapres juga menyampaikan ajakannya agar Imlek disambut bersama sebagai momentum perbaikan diri, peningkatan integritas, serta penguatan komitmen berbangsa dan bernegara yang lebih baik guna menghadapi tantangan di masa datang.

”Kepada segenap umat Konghucu, kiranya selalu mampu memperbarui diri, berpartisipasi aktif, dan berkontribusi positif di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Wapres Amin.

Atraksi Liang Liong Jawa yang dimainkan oleh seniman memeriahkan acara perayaan Imlek Seniman Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (10/2/2024) malam.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Atraksi Liang Liong Jawa yang dimainkan oleh seniman memeriahkan acara perayaan Imlek Seniman Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta, Yogyakarta, Sabtu (10/2/2024) malam.

Baca juga: Partisipasi Aktif Masyarakat Sipil Jadi Kunci Penguatan Demokrasi

Wapres Amin juga berharap, seluruh organisasi kemasyarakatan berbasis agama, termasuk Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), terus berperan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta membangun kesatuan dan keutuhan nasional demi kesejahteraan masyarakat. Dukungan dari semua pihak, termasuk peran tokoh agama dan umat Konghucu, akan menjadi sebuah stimulus bagi pemerintah untuk bekerja lebih maksimal demi kemajuan bangsa.

”Mengakhiri sambutan ini, saya ucapkan Selamat Hari Raya Tahun Baru Imlek Ke-2575 Kongzili. Melalui perayaan tahun baru Imlek ini, umat Konghucu diharapkan mendapat bimbingan, perlindungan, dan keberkahan serta menjadi insan yang lebih baik lagi,” kata Wapres Amin.

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wapres melansir, sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, untuk pertama kalinya, pada tahun ini, Kementerian Agama memfasilitasi perayaan nasional Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili. Ini sebagai wujud kepedulian negara dan pemerintah terhadap umat Konghucu dan terjalinnya hubungan yang harmonis di antara sesama warga bangsa.

”Konghucu adalah salah satu elemen bangsa yang ikut memperkuat persatuan. Konghucu adalah salah satu elemen bangsa yang ikut memperkuat persatuan nasional. Negara mengakui keberadaan agama Konghucu sama seperti agama lain dan menjamin hak umat Konghucu untuk mengamalkan ajaran agama dengan mengekspresikan nilai-nilai budayanya di Tanah Air yang kita cintai ini,” tutur Yaqut.

Tampak patung Kwan Te Kong yang menjadi dewa utama di Kelenteng Gie Hap Bio, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/2/2024). Karena itu, Kelenteng Gie Hap Bio sering juga disebut dengan nama Kelenteng Kwan Te Kong.
KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAH

Tampak patung Kwan Te Kong yang menjadi dewa utama di Kelenteng Gie Hap Bio, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/2/2024). Karena itu, Kelenteng Gie Hap Bio sering juga disebut dengan nama Kelenteng Kwan Te Kong.

Konghucu adalah salah satu elemen bangsa yang ikut memperkuat persatuan. Konghucu adalah salah satu elemen bangsa yang ikut memperkuat persatuan nasional.

Adapun Ketua Umum Matakin Budi Santoso Tanuwibowo menuturkan, bangsa Indonesia mempunyai harta yang sangat berharga berupa persatuan yang telah dibangun selama 350 tahun. Modal penting Indonesia ini diharapkan tidak rusak hanya karena konstestasi politik dalam Pemilu 2024.

”Jangan sampai bangsa ini terpecah-belah hanya karena kepentingan sesaat. Kita membangunnya 350 tahun, ditambah 78 tahun, dan kita pun belum puas. Jangan, jangan, jangan sampai kalau apa yang kita takutkan itu (bangsa terpecah-belah) terjadi,” kata Budi.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000