logo Kompas.id
Politik & HukumWilayah Pemilih Besar Jadi...
Iklan

Wilayah Pemilih Besar Jadi Target untuk Kampanye Rapat Umum

Kampanye rapat umum akan dimulai pada 21 Januari. Daerah dengan jumlah pemilih besar di Pulau Jawa jadi perhatian utama.

Oleh
IQBAL BASYARI, NIKOLAUS HARBOWO, KURNIA YUNITA RAHAYU, PRAYOGI DWI SULISTYO, HIDAYAT SALAM
· 4 menit baca
Pengendara melintasi baliho calon anggota legislatif yang dipasang di Jalan Penjernihan 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Masa kampanye digunakan oleh caleg untuk menjaring suara dengan berbagai cara, salah satunya dengan memasang baliho di tempat-tempat strategis.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pengendara melintasi baliho calon anggota legislatif yang dipasang di Jalan Penjernihan 1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Masa kampanye digunakan oleh caleg untuk menjaring suara dengan berbagai cara, salah satunya dengan memasang baliho di tempat-tempat strategis.

JAKARTA, KOMPAS — Daerah-daerah di Pulau Jawa yang memiliki jumlah pemilih besar akan menjadi sasaran utama dari tiga pasangan calon presiden-calon wakil presiden dalam kampanye dengan metode rapat umum atau dikenal sebagai kampanye terbuka. Komisi Pemilihan Umum memastikan bahwa kampanye rapat umum itu tak akan menimbulkan masalah, apalagi hal itu telah disepakati oleh tiap-tiap tim pemenangan.

Namun, agar keamanan tetap terjaga, Badan Pengawas Pemilu meminta para kandidat ataupun pendukung menjaga suasana tetap kondusif.

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

Kampanye pemilu melalui metode rapat umum akan berlangsung selama 21 hari sejak Minggu (21/1/2024). Pada hari pertama kampanye rapat umum, capres nomor urut 1, Anies Baswedan, akan memulai kampanye di Banten, sedangkan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, berkampanye di Bandung, Jawa Barat. Pada hari terakhir masa kampanye, Anies dan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, akan berkampanye di DKI Jakarta, sedangkan Ganjar berkampanye di Jawa Tengah.

Daerah-daerah yang memiliki jumlah pemilih besar, seperti di Pulau Jawa, tetap akan menjadi perhatian Anies-Muhaimin.

Baca juga: Kampanye Terbuka Dimulai Minggu, Wapres Ingatkan Kontestan Jaga Situasi Kondusif

Kapten Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Muhammad Syaugi, yang ditemui di Jakarta, Jumat (19/1/2024), mengatakan, tren elektabilitas Anies dan cawapres pendampingnya, Muhaimin, beberapa waktu terakhir terus meningkat. Hal itu memberikan optimisme untuk memasuki kampanye rapat umum yang bisa diikuti oleh ribuan orang.

Menurut dia, daerah-daerah yang memiliki jumlah pemilih besar, seperti di Pulau Jawa, tetap akan menjadi perhatian Anies-Muhaimin. Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta yang dalam pemetaan tim memberikan sumbangan suara signifikan akan didatangi. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan wilayah di Jawa akan didatangi lebih dari dua kali untuk memperkuat soliditas suara pemilih sekaligus memperluas dukungan kepada Anies-Muhaimin.

Wilayah di luar Jawa, seperti Aceh, Medan, Lampung, Kalimantan, dan Sulawesi, juga tetap jadi perhatian dalam kampanye rapat umum. Dari hasil evaluasi, massa yang mengikuti kampanye Anies-Muhaimin di wilayah-wilayah tersebut cukup antusias sehingga perlu didatangi kembali.

”Wilayah yang suaranya besar dan pemilihnya antusias dengan Anies-Muhaimin terus kami pantau, kami evaluasi kampanyenya,” ujarnya.

https://cdn-assetd.kompas.id/KvNXia-FLIKwNYID9-lKxVQQ3ew=/1024x1484/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F01%2F20%2F16eeb317-78c7-4e2c-80b1-0a3e5f62fb48_png.png

Sementara itu, Ahmad Muzani, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, mengatakan, capaian elektabilitas Prabowo dan Gibran berbasis survei sejumlah lembaga menunjukkan, terdapat 5 persen untuk mencapai target kemenangan satu putaran, yakni lebih dari 50 persen. Hal itu melecut Prabowo-Gibran beserta tim, partai politik pengusung, dan sukarelawan pendukung untuk lebih mengintensifkan gerak kampanye di sisa masa kampanye.

Tak terkecuali saat memasuki masa kampanye rapat umum mendatang. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra tersebut mengatakan, semua juru kampanye kunci dari tiap partai pendukung, seperti para ketua umum partai, akan turun untuk mengampanyekan Prabowo-Gibran di sejumlah wilayah yang dianggap strategis. Sejumlah wilayah itu meliputi Makassar (Sulawesi Selatan), Medan (Sumatera Utara), Palembang (Sumatera Selatan), Surabaya (Jawa Timur), serta sejumlah kota besar di Jawa. ”Gongnya di Jakarta,” ucap Muzani.

Jaga basis suara

Iklan

Muzani menambahkan, Prabowo-Gibran akan menggelar kampanye akbar dengan ciri khas mobilisasi massa pendukung, tersebar di semua daerah, demi menjangkau publik di seluruh Nusantara. Namun, tim menyadari, sejak masa kampanye digelar pada 28 November 2023, pergerakan Prabowo-Gibran lebih dominan di Jawa dan Sumatera.

”Kami melakukan ini untuk menjaga basis suara Prabowo dan Gibran karena daerah-daerah itu diincar calon lain. Namun, di sisa masa kampanye ini, kami harus juga bergerak ke luar Jawa dan Sumatera,” ujarnya.

Agar kampanye dengan metode rapat umum ini bisa memikat pemilih, Muzani mengatakan, tim tengah merancang model kampanye yang menyenangkan dan menggembirakan. Model kampanye itu dipilih karena, dari hasil pengamatan tim, lebih bisa memikat masyarakat, seperti gaya joget Prabowo dan sebutan Prabowo ”gemoy” yang menjadi ikon dari Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Gaya kampanye itu disebut Muzani lahir dari kreativitas anak muda. Maka, saat kampanye akbar, anak muda yang kreatif pun akan diberi ruang besar menghadirkan kampanye akbar yang riang gembira.

Adapun Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Arsjad Rasjid, mengatakan, pada 21 Januari mendatang, setidaknya Ganjar akan memulai kampanye rapat umum di Bandung. Setelah itu, Ganjar akan langsung terbang ke Sidoarjo, Jawa Timur, untuk melanjutkan kampanye.

Arsjad tak mempersoalkan kampanye rapat umum Ganjar dan Anies yang bakal sama-sama berlangsung di Bandung. ”Dari dulu, kan, Mas Ganjar dan Mas Anies juga sudah temenan,” ujarnya.

Pengendara melintasi bendera partai politik peserta Pemilu 2024 di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Masa kampanye digunakan partai politik untuk memasang alat peraga kampanye.
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pengendara melintasi bendera partai politik peserta Pemilu 2024 di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024). Masa kampanye digunakan partai politik untuk memasang alat peraga kampanye.

Arsjad enggan mengungkapkan alasan pemilihan Bandung dan Sidoarjo sebagai lokasi kampanye rapat umum pertama. Yang pasti, dua zona itu, baik Jabar maupun Jatim, merupakan daerah battleground pada Pilpres 2024 ini.

Tidak jadi persoalan

Anggota KPU, August Mellaz, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/1/2024), mengatakan, pada tiga hari terakhir kampanye rapat terbuka, yakni 8, 9, dan 10 Februari, ada beberapa pasangan capres-cawapres yang dijadwalkan berkampanye di provinsi yang sama. Meski demikian, menurut dia, hal itu tidak akan menjadi persoalan. Keputusan itu pun, ujarnya, sudah diambil secara bersama-sama oleh tim pemenangan.

”Pada 9 Februari, pasangan calon nomor urut 1 dan pasangan calon nomor urut 2 sama-sama berkampanye metode rapat umum di provinsi sama, yakni Jatim, tetapi di kabupaten/kota berbeda. Pada 10 Februari, kampanye akbar di DKI Jakarta juga dilakukan oleh pasangan calon 1 dan pasangan calon 2,” kata Mellaz.

Untuk mengantisipasi pertemuan antarpendukung saat kampanye akbar berlangsung, KPU akan berkoordinasi dengan kepolisian.

Baca juga: Di Tengah Kontestasi Pemilu, Pentingnya Keutuhan Bangsa Harus Terus Diingatkan

Untuk mengantisipasi pertemuan antarpendukung saat kampanye akbar berlangsung, KPU akan berkoordinasi dengan kepolisian. ”Mungkin di akhir Januari kami akan jadwalkan rapat koordinasi antara tim pasangan calon, KPU, dan pihak kepolisian,” kata Mellaz.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, potensi kerawanan dalam kampanye rapat umum antara lain pengerahan massa, pelibatan anak-anak, serta lokasi yang berdekatan antarpeserta pemilu. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan para kandidat untuk mengendalikan pendukungnya agar suasana kondusif tetap terjaga.

Koordinasi Bawaslu dengan aparat keamanan diperkuat agar situasi tetap terkendali. ”Jumlah pengawas kami memang tidak cukup, tetapi kami berkoordinasi dengan aparat keamanan agar pengerahan massa tidak mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000