logo Kompas.id
Politik & HukumPanelis dan Moderator Debat...
Iklan

Panelis dan Moderator Debat Cawapres Mulai Jalani Karantina

Anggota Komisi Pemilihan Umum August Mellaz menuturkan, pada debat cawapres, segmen penyampaian visi, misi, dan program kerja akan dimulai dari cawapres nomor urut 2.

Oleh
IQBAL BASYARI
· 2 menit baca
Ketiga calon presiden (kanan ke kiri) Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mengikuti debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Ketiga calon presiden (kanan ke kiri) Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mengikuti debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

JAKARTA, KOMPAS - Sebanyak 11 panelis dan 2 moderator debat calon wakil presiden mulai menjalani karantina, Rabu (20/12/2023). Komisi Pemilihan Umum memberikan kewenangan penuh kepada seluruh panelis untuk menyusun 18 pertanyaan tanpa ada intervensi.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), August Mellaz, di Jakarta, Rabu, mengatakan, seluruh panelis dan moderator debat calon wakil presiden (cawapres) berada di satu lokasi yang sama untuk merumuskan 18 daftar pertanyaan yang akan ditanyakan saat debat cawapres, Jumat (22/12/2013).Ia menegaskan, KPU tidak ikut campur dalam menyusun pertanyaan debat.

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

KPU hanya menyampaikan alur dan proses debat berdasarkan susunan acara yang disepakati antara KPU dan tim pasangan capres-cawapres. Namun, sebelum menyusun pertanyaan, moderator akan memberikan perspektif kepada panelis dalam menyusun kalimat pertanyaan agar efektif serta mudah dipahami cawapres dan publik.

”Pada saat penyusunan pertanyaan, sepenuhnya ada di wilayah panelis. KPU ataupun moderator tidak terlibat sama sekali mengenai substansi pertanyaan,”kata Mellaz.

https://cdn-assetd.kompas.id/SY7n63XDOeRwiVe8mMDLrBTw0ko=/1024x576/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2022%2F07%2F29%2F5383e16a-1f50-4b54-ae9e-d8879dcd227a_jpg.jpg

Anggota KPU August Mellaz

Debat capres-cawapres yang kedua akan berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta. Debat bagi cawapres tersebut akan mengambil tema tentang ekonomi. Ada enam subtema, yakni ekonomi kerakyatan dan digital; keuangan, pajak, dan tata kelola APBN/APBD; investasi; perdagangan; infrastruktur; serta perkotaan. Debat dimoderatori oleh Alfito Deannova dari CNN Indonesia dan Liviana Cherlisa dari Kompas TV.

Iklan

Adapun panelis yang terlibat dalam membuat pertanyaan adalah mantan anggota Ombudsman RI, A Alamsyah Saragih; pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember, Adhitya Wardhono; mantan Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko; Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Fauzan Ali Rasyid; pendiri Center of Reform on Economic Hendri Saparini; dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Inovasi Institut Pemerintahan Dalam Negeri Hyronimus Rowa.

Pada saat penyusunan pertanyaan, sepenuhnya ada di wilayah panelis. KPU ataupun moderator tidak terlibat sama sekali mengenai substansi pertanyaan.

Selanjutnya adalah Associate Professor di Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Poppy Ismalina; Rektor Universitas Bengkulu Retno Agustina Ekaputri; Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Suharnomo; Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Tauhid Ahmad; serta Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies Yose Rizal Damuri.

Lebih jauh, kata Mellaz, format debat cawapres masih sama dengan debat pertama capres. Debat dibagai menjadi enam segmen, di mana segmen kedua hingga kelima ada interaksi antarcawapres. Panelis tetap akan mengundi pertanyaan di segmen kedua dan ketiga untuk ditanyakan kepada cawapres.

Ketiga calon presiden (kanan ke kiri) Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mengikuti debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Ketiga calon presiden (kanan ke kiri) Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo mengikuti debat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

”Bedanya, dari debat capres yang pertama, pada debat kedua yang menjadi debat cawapres pada segmen pertama saat penyampaian visi, misi, dan program kerja dimulai dari cawapres nomor urut 2,” katanya.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil, mengatakan, secara umum format debat sudah cukup baik. Namun, perlu waktu yang lebih banyak bagi cawapres untuk menyampaikan substansi secara lebih mendalam. Waktu yang diberikan untuk menjawab pertanyaan ataupun tanggapan dinilai kurang lama sehingga capres atau cawapres tidak memberikan eleborasi yang lengkap.

Oleh karena itu, sebaiknya waktu bagi capres atau cawapres untuk menjawab pertanyaan bisa lebih panjang. Panelis tidak perlu mengambil undian pertanyaan dan bisa diserahkan ke moderator. Dengan demikian, waktu bagi panelis bisa dialihkan kepada capres-cawapres agar memiliki waktu lebih panjang dalam mengelaborasi gagasannya.

Baca juga: Debat Masih Perlu Disempurnakan

”Moderator juga seharusnya mengingatkan cawapres jika ada pertanyaan atau tanggapan yang belum dijawab,” kata Fadli.

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000