logo Kompas.id
Politik & HukumTanggapi Survei ”Kompas”, PPP ...
Iklan

Tanggapi Survei ”Kompas”, PPP Intens Galang Suara Pemilih Kelompok Islam

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan momentum kenaikan elektabilitas tersebut juga diyakini disumbang oleh mesin partai yang kian giat turun ke lapangan.

Oleh
HIDAYAT SALAM
· 2 menit baca
Kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadiri perayaan hari lahir (harlah) ke-46 PPP, di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 28 Februari 2019. Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo.
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadiri perayaan hari lahir (harlah) ke-46 PPP, di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, 28 Februari 2019. Acara itu dihadiri Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, KOMPAS – Partai Persatuan Pembangunan menganggap hasil survei Litbang Kompas menjadi acuan untuk bahan analisis lapangan untuk menembus ambang batas parlemen. Meski elektabilitas PPP mengalami kenaikan 0,8 poin dibandingkan dengan survei Agustus 2023, mesin politik masih terus dimaksimalkan dengan para caleg lebih intensif turun ke wilayah terutama untuk menggaet pemilih kelompok Islam.

Merujuk hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 29 November hingga 4 Desember 2023 terhadap 1.364 responden di 38 provinsi dengan margin of error +/- 2,65 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang masuk dalam barisan koalisi Ganjar Pranowo-Mahfud MD justru cenderung naik meskipun hanya sekitar 0,8 persen. Jika pada Agustus elektabilitas PPP di angka 1,6 persen, kini menjadi 2,4 persen. Meski demikian, angkanya belum setinggi pada Mei 2023, yakni 2,9 persen.

Baca Berita Seputar Pemilu 2024
Pahami informasi seputar pemilu 2024 dari berbagai sajian berita seperti video, opini, Survei Litbang Kompas, dan konten lainnya.
Kunjungi Halaman Pemilu

”Survei sebagai potret persepsi publik terhadap situasi politik saat ini, tentu kami hormati. Setiap data survei selalu kami perhatikan dan jadi acuan untuk analisis lapangan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Achmad Baidowi saat dihubungi, Selasa (12/12/2023).

Kenaikan elektoral itu dinilai dampak dari arah dukungan PPP ke pasangan Ganjar-Mahfud dan basis pemilih di Jawa Tengah. PPP juga mengisi segmen pemilih Islam yang menjadi pembeda dibandingkan dengan partai lain pendukung paslon Ganjar-Mahfud.

Baca Juga: Parpol Papan Tengah dan Bawah Dinamis

Iklan
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (24/1/2023).
KURNIA YUNITA RAHAYU

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Achmad Baidowi mengatakan momentum kenaikan elektabilitas tersebut juga diyakini disumbang oleh mesin partai yang kian giat turun ke lapangan. Oleh karena itu, partai terus menginstruksikan para caleg untuk lebih intensif turun ke wilayah atau daerah pemilihannya agar bisa lolos ambang batas parlemen yang besarnya 4 persen.

”Karena kami mengisi dari segmen pemilih Islam sehingga ada diferensiasi dengan yang lain. Sisa kampanye akan kami terus masifkan caleg-caleg turun ke dapilnya,” ujar Baidowi.

Berbanding terbalik dengan PPP yang cenderung naik meskipun hanya sekitar 0,8 persen, partai koalisi pendukung Ganjar-Mahfud seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Perindo justru mengalami penurunan elektabilitas. Pada survei kali ini, elektabilitas PDI-P turun tajam, sekitar 6 persen dibandingkan dengan survei Agustus 2023. Jika pada Agustus elektabilitas PDI-P berada di angka 24,4 persen, kini menjadi 18,3 persen.

Adapun elektabilitas Perindo sebesar 1,7 persen, turun hampir 2 persen dibandingkan survei Agustus 2023. Sementara itu, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) justru stagnan di 0,8 persen.

Baca Juga:Identitas Kepartaian Ditimang Gimik Politik

Dari hasil survei terkait elektabilitas parpol ini juga didapati sebanyak 43,9 persen responden menyatakan pilihannya masih bisa berubah. Selain itu, jumlah pemilih yang masih bimbang mencapai 17,3 persen. Jumlah pemilih bimbang ini meningkat dibandingkan survei Agustus 2023 yang besarnya 11,4 persen.

https://cdn-assetd.kompas.id/ZDyYurmhPovCHiv1oqG2nKJ2Ta4=/1024x1006/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F12%2F12%2F9745e130-c2fc-4d34-a53a-252749e35684_jpg.jpg

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Said Abdullah mengatakan, refleksi dari hasil survei Litbang Kompas ialah masih adanya ceruk yang cukup besar atas posisi para pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters). PDI-P akan menggarap kelompok pemilih bimbang yang sebagian besar adalah para pemilih Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 (Kompas.id, 12/12/2023).

Editor:
ANTONY LEE
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000