logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€Ί30 Aduan Pelanggaran Etik...
Iklan

30 Aduan Pelanggaran Etik Mewarnai Seleksi Panwascam

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Heddy Lugito mengatakan, dalam sebulan, DKPP menerima 33 aduan dari masyarakat. Dari semua aduan, 30 aduan di antaranya pelanggaran kode etik oleh Bawaslu.

Oleh
IQBAL BASYARI
Β· 1 menit baca
Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito (kiri) dan anggota DKPP, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (kanan), dalam acara konferensi pers di Gedung DKPP, Jakarta, Kamis (24/11/2022). DKPP menerima 33 aduan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu dalam satu bulan terakhir.
ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito (kiri) dan anggota DKPP, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (kanan), dalam acara konferensi pers di Gedung DKPP, Jakarta, Kamis (24/11/2022). DKPP menerima 33 aduan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu dalam satu bulan terakhir.

JAKARTA, KOMPAS β€” Laporan dugaan pelanggaran etik terhadap penyelenggara pemilu di daerah mewarnai proses seleksi Panitia Pengawas Kecamatan. Pengaduan yang muncul terkait proses seleksi badan ad hoc tersebut menjadi peringatan bagi KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan seleksi yang lebih profesional.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Heddy Lugito saat konferensi pers, Kamis (24/11/2022), di Jakarta, mengatakan, dalam sebulan terakhir, DKPP menerima 33 aduan dari masyarakat. Dari semua aduan tersebut, 30 aduan di antaranya terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten/kota. Sementara tiga aduan terkait dengan dugaan pelanggaran etik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota.

Editor:
SUHARTONO
Bagikan