logo Kompas.id
Politik & HukumPresiden Malu Layanan Imigrasi...
Iklan

Presiden Malu Layanan Imigrasi Masih Menyulitkan

Presiden menilai Imigrasi baru sebatas mengontrol, belum memberikan pelayanan. Untuk itu, Imigrasi diminta untuk tingkatkan pelayanan. Presiden pun mengancam mencopot Dirjen Imigrasi jika layanan imigrasi tak berubah.

Oleh
MAWAR KUSUMA WULAN
· 5 menit baca
Presiden Joko Widodo memimpin rapat bersama jajarannya yang secara khusus membahas mengenai visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 9 September 2022.
LUKAS - BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN

Presiden Joko Widodo memimpin rapat bersama jajarannya yang secara khusus membahas mengenai visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Rapat tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 9 September 2022.

JAKARTA, KOMPAS - Ketika memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (9/9/2022), Presiden Joko Widodo mengaku merasa malu karena sering kali mendapat keluhan terkait layanan keimigrasian di Tanah Air. Menurut Kepala Negara, imigrasi seharusnya memudahkan dan melayani. Namun, saat ini, aura layanan imigrasi disebut masih mengatur dan mengontrol sehingga menyulitkan.

“Auranya yang saya rasakan, imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol. Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan! Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani. Harus berubah total,” ujar Presiden Jokowi dalam pengantar rapat yang videonya diunggah di Kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (10/9) petang.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan