logo Kompas.id
Politik & HukumMelalui Video, Meretas Jalan...

Melalui Video, Meretas Jalan Pulihkan Trauma Konflik dan Diskriminasi

Video partisipatoris menjadi salah satu media untuk membantu kelompok minoritas dan korban diskriminasi menyuarakan pendapat. Suara mereka diharapkan bisa membangun empati masyarakat luas untuk mencintai sesama.

Oleh
KURNIA YUNITA RAHAYU
· 1 menit baca
Bagian dari video Perempuan Penenun Perdamaian, salah satu dari 12 video partisipatoris yang dibuat dalam proyek Turning Hate into Love oleh The Habibie Center. Sebanyak enam dari 12 video itu diputarkan sekaligus didiskusikan secara daring dalam gelar wicara Pelajaran Terpetik dari Program Video Partisipatoris Turning Hate into Love, Jumat (13/5/2022).
KURNIA YUNITA RAHAYU

Bagian dari video Perempuan Penenun Perdamaian, salah satu dari 12 video partisipatoris yang dibuat dalam proyek Turning Hate into Love oleh The Habibie Center. Sebanyak enam dari 12 video itu diputarkan sekaligus didiskusikan secara daring dalam gelar wicara Pelajaran Terpetik dari Program Video Partisipatoris Turning Hate into Love, Jumat (13/5/2022).

Kurniati (43) membentangkan sehelai songket tenun hijau dengan ornamen merah dan emas buatannya. Sambil tersenyum kecil, ia memandangi hasil karya yang memadukan ciri khas beberapa daerah di Kalimantan Barat, mulai dari teknik tenun dari Kabupaten Sambas hingga motif insang dari Kota Pontianak. Perpaduan itu tak hanya menghasilkan kain yang indah, tetapi juga memberikan kedamaian tersendiri bagi perempuan yang berasal dari suku Madura itu.

Sejenak, ingatannya terlempar kembali ke masa silam ketika ia masih tinggal di Kabupaten Sambas, 1999. Saat itu, terjadi konflik antaretnis Madura, Melayu, dan Dayak, yang mengakibatkan ribuan rumah dan kendaraan terbakar, ribuan warga pun meninggal karena menjadi korban kekerasan. Sebagai bagian dari penyintas konflik, Kurniati dan puluhan ribu orang lainnya dipindahkan dari Sambas ke Pontianak.

Editor:
MADINA NUSRAT
Bagikan