logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKasus Satelit Orbit 123, Sasar...

Kasus Satelit Orbit 123, Sasar hingga Dalangnya

Penyidikan kasus satelit untuk slot orbit 123 Bujur Timur jangan hanya menyasar aktor pelaksana. Penyidik Kejagung harus berani memburu dalang di balik sewa satelit yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/oSMRkkwfzOxhvSMU_sfjqVYvpy4=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F01%2F20220114_163411_1642160462.jpg
KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) memberikan keterangan mengenai proses hukum dugaan korupsi sewa satelit di Slot Orbit 123 derajat Bujur Timur, Jumat (14/1/2022), di Kejaksaan Agung. Jampidsus didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Militer Anwar Saadi (kanan) dan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak (kiri).

Penyidikan dugaan korupsi dalam sewa satelit untuk mengisi slot orbit 123 derajat Bujur Timur sudah dimulai. Unsur perbuatan melawan hukum telah ditemukan. Sebelas saksi telah diminta keterangannya oleh kejaksaan, baik dari swasta maupun anggota TNI.

Ketika memberikan keterangan pers soal proses penyidikan kasus slot orbit 123 pada Jumat (14/1/2021), Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Febrie Adriansyah didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Militer (Jampidmil) Laksamana Muda TNI Anwar Saadi. Meski sama sekali tidak memberikan pernyataan, kehadiran Anwar seolah menegaskan bahwa perkara tersebut diduga melibatkan personel militer. Yang pasti, dari 11 saksi yang dipanggil dan diminta keterangannya itu, terdapat beberapa anggota TNI.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan