logo Kompas.id
Politik & HukumNU Tidak Ingin Jadi Tunggangan Politik

NU Tidak Ingin Jadi Tunggangan Politik

Upaya menempatkan sejumlah tokoh politik dari berbagai parpol di kepengurusan NU, dapat dimaknai sebagai upaya NU dekat dengan semua parpol. Selama ini, ada kecenderungan NU hanya dekat dengan PKB. 

Oleh
Rini Kustiasih
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah) saat mengumumkan kepengurusan PBNU periode 2022-2027 di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kepengurusan PBNU masa khidmat 2022-2027 lebih gemuk dari biasanya.

JAKARTA, KOMPAS — Nahdlatul Ulama ingin menjaga jarak dan keseimbangan terhadap kepentingan politik serta ingin menjadi organisasi yang jauh dari kepentingan politik praktis semata. Hadirnya tokoh-tokoh politik di kepengurusan Nadhlatul Ulama yang baru di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf diharapkan bisa menjadi penyeimbang bagi berbagai kepentingan yang ingin menarik NU ke pusaran politik kepentingan.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, dalam upaya menjaga hubungan politik yang setara dengan semua kepentingan itu, kepengurusan di jajaran PBNU masa khidmat 2022-2027 melibatkan beragam tokoh dari berbagai latar belakang politik.

Editor:
Madina Nusrat
Bagikan