logo Kompas.id
Politik & HukumRugikan Negara Rp 161,6...

Rugikan Negara Rp 161,6 Miliar, Dugaan Korupsi Taspen Life Mulai Disidik Kejaksaan

Kejaksaan kembali menyidik kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan dana asuransi. Kali ini giliran dugaan korupsi di Taspen Life, anak usaha PT Taspen (Persero), dengan kerugian negara Rp 161,6 miliar disidik Kejaksaan.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/M2da_mZQkhhgW7yKqckypEaXji4=/1024x538/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211026_163158_1635247068.jpg
KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR

Tangkapan Layar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam diskusi publik "Refleksi 2 Tahun Kejagung; Kinerja Pemberantasan Korupsi di Indonesia" yang diselenggarakan Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), secara daring, Selasa (26/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Kejaksaan Agung mulai menyidik kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen atau Taspen Life, anak usaha PT Taspen (Persero), yang merugikan negara hingga Rp 161,6 miliar. Namun, Taspen Life memastikan bahwa penyidikan terhadap perkara dugaan korupsi terkait pengelolaan dana investasi itu merupakan kasus lama sehingga tak akan mengganggu nasabah. Seluruh premi dan pembayaran manfaat asuransi dalam kondisi aman.

Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen Tahun 2017-2020 diterbitkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada 4 Januari lalu. Hari Rabu (12/1/2022), Kejaksaan mulai melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi, yakni Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jiwa Taspen periode 2017-2020 berinisial RS.

Editor:
Anita Yossihara
Bagikan