logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊDua Sisi Geliat RI di Panggung...
Iklan

Dua Sisi Geliat RI di Panggung Internasional

Kian strategisnya posisi RI di panggung internasional menuai apresiasi, tetapi juga harapan publik. Yang terutama, implementasi dari berbagai kesepakatan serta perjanjian internasional untuk kesejahteraan rakyat.

Oleh
RANGGA EKA SAKTI/ LITBANG KOMPAS
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/W5-vNma6oa3QmbpufT4EW0evkjs=/1024x589/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F11%2Fe9e846b8-8fb8-42ed-9132-ddc375959c17_jpg.jpg
KOMPAS/BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN/LAILY RACHEV

Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi saat sesi penutupan KTT G-20 di Roma, Italia, Minggu (31/10/2021). Dalam kesempatan tersebut secara simbolis Presiden Joko Widodo menerima estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia kepada Indonesia. KTT G-20 di Indonesia direncanakan digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.

Sepanjang 2021, Pemerintah Indonesia aktif berpartisipasi dalam berbagai acara serta forum internasional. Mulai di tingkat regional dalam beberapa KTT ASEAN hingga di level internasional, seperti pertemuan G-20 dan COP 26. Tak hanya berpartisipasi, peran Indonesia di gelanggang internasional juga semakin menguat.

Peran itu setidaknya terlihat saat krisis politik pecah di Myanmar. Indonesia menjadi salah satu negara yang terus mengupayakan perdamaian di antara pihak yang berseteru. Peran RI kian menonjol saat mulai awal Desember lalu, Indonesia dipercaya memegang keketuaan atau presidensi G-20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Selanjutnya, pertemuan bilateral antarpetinggi dan pemimpin negara yang hadir ke Indonesia sepanjang tahun ini juga turut menandai kian strategisnya posisi RI di mata dunia.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan