logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊHukuman Joko Tjandra Jadi...
Iklan

Hukuman Joko Tjandra Jadi Lebih Berat daripada Hukuman Pinangki

MAKI menilai tidak adil vonis terbaru atas Joko Tjandra. Joko sebagai pemberi suap justru dihukum lebih berat dari penerima suap, bekas jaksa Pinangki Sirna Malasari. Padahal, ancaman hukuman penerima suap lebih besar.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar/Susana Rita Kumalasanti
Β· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/sEyeWbj5JEkwgfqqzvgriPhA0OM=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F03%2F58171913-402a-4bb7-b913-950d7da876f6_jpg.jpg
Kompas/Wawan H Prabowo

Terpidana kasus hak tagih Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra menunggu kehadiran Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (4/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS β€” Mahkamah Agung menolak kasasi Joko Tjandra ataupun penuntut umum dan mengembalikan hukuman penjara Joko menjadi 4,5 tahun. Dengan demikian, hukuman bagi Joko Tjandra selaku pemberi suap dalam perkara pengurusan fatwa MA untuk membebaskan Joko dari hukuman penjara kasus Bank Bali Tahun 2009, menjadi lebih tinggi daripada penerima suap, yakni bekas jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Dalam putusan banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengurangi hukuman Joko dari hukuman penjara selama 4,5 tahun penjara menjadi 3,5 tahun penjara. Salah satu pertimbangan majelis hakim banding yang diketuai Muhammad Yusuf dengan anggota Reny Halida dan Rusydi, Joko telah menjalani pidana penjara dan sudah menyerahkan uang terkait perkara pengalihan hak tagih utang Bank Bali sebesar Rp 546 miliar.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan