logo Kompas.id
Politik & HukumMemaknai Kembali Gerakan...
Iklan

Memaknai Kembali Gerakan Intelektual Mahasiswa Saat Ini

Gerakan intelektual mahasiswa tidak melulu harus dilakukan dengan turun ke jalan. Intelektualitas mahasiswa dapat diwujudkan dengan melakukan penelitian yang dapat menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/U-cAmqNf0FX9ppACnugExE3qFyI=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F09%2F71d17034-2afb-49bd-a3dc-50dfcf62cfff_jpg.jpg
Kompas/Heru Sri Kumoro

Mahasiswa mengangkat tangan untuk menunjukkan kepada polisi bahwa mereka tidak membawa batu atau kayu saat berunjuk rasa di sekitar Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (27/9/2021). Salah satu tuntutan aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia dan Gerakan Selamatkan KPK ini ialah pembatalan pemecatan 56 pegawai KPK pada 30 September 2021.

Alih-alih dipahami sempit sebagai demonstrasi atau turun ke jalan, perwujudan gerakan intelektual mahasiswa bisa beragam, termasuk melalui penelitian. Sebab, gerakan intelektual mahasiswa merupakan buah dari dialog antara teori dengan realita, sehingga menghasilkan aksi nyata sebagai jawaban kebutuhan masyarakat.

Pandangan tersebut terungkap dalam diskusi daring ”Apa Kabar Gerakan Intelektual Mahasiswa” yang diselenggarakan LP3ES, Rabu (10/11/2021). Peneliti dari Abdurrahman Wahid Centre for Peace and Humanities Universitas Indonesia Sarah Monica mengingatkan bahwa sebuah pemahaman yang tidak tepat ketika mengartikan gerakan intelektual mahasiswa hanya terbatas sebagai dalam bentuk demonstrasi.

Editor:
Antony Lee
Bagikan