logo Kompas.id
Politik & HukumBisa Membahayakan Negara, Respons Segera Kerentanan Sistem Keamanan Siber

Bisa Membahayakan Negara, Respons Segera Kerentanan Sistem Keamanan Siber

Pelibatan pihak lain yang memiliki kecakapan dalam pengamanan sistem siber bisa jadi opsi untuk menambal kerentanan sistem siber instansi pemerintah sambil menanti penguatan sumber daya manusia, peralatan, dan regulasi.

Oleh
NIKOLAUS HARBOWO/RINI KUSTIASIH
· 1 menit baca
https://assetd.kompas.id/j7vBEAnOS9itlziBMxfTrh7VWeA=/1024x890/https://kompas.id/wp-content/uploads/2021/07/20210705-JENDELA-H29-SILO_1625499873.jpg

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah diminta segera merespons lemahnya sistem keamanan siber instansi-instansi pemerintah. Ancaman dari kerentanan sistem tak sebatas pencurian data warga dan dijual bebasnya data tersebut, seperti terlihat selama ini, tetapi juga bisa membahayakan negara. Pelibatan pihak lain yang memiliki kecakapan dalam pengamanan sistem siber bisa jadi opsi sambil menanti penguatan sumber daya manusia, peralatan, dan regulasi.

Seperti diberitakan Kompas (29/10/2021), hasil penelusuran tim investigasi Kompas menemukan fakta begitu mudahnya situs-situs pemerintah diretas. Bahkan, tak butuh waktu lama untuk meretasnya. Temuan itu memperkuat hasil penilaian kerentanan yang dilakukan Kompas bekerja sama dengan konsultan keamanan siber terhadap 30 situs pemerintah. Dari 30 situs, 27 situs di antaranya mempunyai kerentanan dengan beragam tingkat sekaligus, mulai dari kritis hingga rendah. Salah satu implikasinya, data warga yang dikelola sejumlah instansi dicuri oleh peretas dan dijual bebas.

Editor:
Antonius Ponco Anggoro
Bagikan