logo Kompas.id
Politik & HukumHak Asasi Manusia di Indonesia...

Hak Asasi Manusia di Indonesia Berkembang Dinamis

Bedah buku karya Todung Mulya Lubis, "Mencari Hak Asasi Manusia: Dilema Politik Hukum Indonesia Masa Orde Baru 1966-1990" yang digelar Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum UGM, sebutkan penerapan HAM adalah dinamis.

Oleh
Norbertus Arya Dwiangga Martiar
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/FBrkLa0sQsDOyfQI4MUIpfOmxOo=/1024x538/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F10%2F20211022_205425_1634911349.jpg
KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR

Tangkapan layar Todung Mulya Lubis ketika memberikan paparan dalam bedah buku berjudul "Mencari Hak Asasi Manusia: Dilema Politik Hukum Indonesia Masa Orde Baru 1966-1990" yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum (KMMIH) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara daring, Jumat (22/10/2021). Buku tersebut merupakan terjemahan dari disertasi Todung Mulya Lubis dalam studi program doktoral di Amerika Serikat pada tahun 1989.

JAKARTA, KOMPAS - Nilai mengenai hak asasi manusia beserta penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia merupakan perjalanan yang dinamis. Tidak hanya karena masih banyak persoalan terkait hak asasi manusia, namun konsep mengenai hak asasi manusia pun juga mengalami perkembangan.

Hal itu terungkap di dalam  bedah buku berjudul "Mencari Hak Asasi Manusia: Dilema Politik Hukum Indonesia Masa Orde Baru 1966-1990" yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum (KMMIH) Universitas Gadjah Mada (UGM) secara daring, Jumat (22/10/2021). Buku tersebut merupakan terjemahan dari disertasi Todung Mulya Lubis dalam studi program doktoral di Amerika Serikat pada tahun 1989. Saat ini Todung Mulya Lubis yang pernah menjadi advokat senior adalah Duta besar RI untuk Norwegia dan Islandia.

Editor:
Suhartono
Bagikan