logo Kompas.id
Politik & HukumPemahaman Ekstrem Pun Luntur Berkat Pertemanan

Pemahaman Ekstrem Pun Luntur Berkat Pertemanan

Pendekatan pertemanan Densus 88 dengan narapidana terorisme tak hanya mengantarkan para teroris menuju NKRI. Pendekatan ini juga membantu Polri mengungkap jejaring serta kepemilikan senjata teroris, termasuk bom.

Oleh Kurnia Yunita Rahayu
· 1 menit baca
Memuat data...
PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA

Pasukan khusus Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Metro Jaya melakukan penanggulangan teroris dan pengamanan serta evakuasi korban dari tindakan teror yang dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/12). Simulasi tersebut dilakukan dalam mengantisipasi berbagai tindakan teror yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Senin, 9 Juli 2018, malam, sejumlah lelaki bermotor menghadang Gamal Abdillah Maulidi (28) di kawasan Teluk Pucung, Kota Bekasi, Jawa Barat. ”Gamal, ya?” tanya salah satu dari mereka. ”Iya,” respons Gamal.

Tanpa banyak bertanya, Gamal mengikuti rombongan berpakaian bebas itu ke sebuah masjid. Sekalipun tak diberi tahu, ia paham mereka anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang akan menangkapnya karena ia terlibat aktivitas kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sejak 2016. Beberapa hari sebelumnya, satu per satu kawanannya ditangkap.

Editor: Antony Lee
Bagikan
Memuat data..