logo Kompas.id
Politik & HukumPara Koruptor dan Kode-kodenya dalam Beraksi

Para Koruptor dan Kode-kodenya dalam Beraksi

Para koruptor ingin beraksi dengan nyaman, tanpa diketahui orang lain, apalagi aparat penegak hukum. Mereka lalu menggunakan kode. Sandi itu sudah disepakati atau lazim digunakan pelaku atau khas di lingkungan tertentu.

Oleh Dian Dewi Purnamasari
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/NORBERTUS ARYA DWIANGGA MARTIAR

Bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Stephanus Robin Pattuju, dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Senin (13/9/2021), di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Segala cara dilakukan koruptor untuk menyamarkan tindak kejahatannya. Bahasa sandi, misalnya, digunakan sebagai kode permintaan ”uang haram” agar tidak kentara dan terdeteksi aparat penegak hukum. Dari masa ke masa, istilah sandi terus mengemuka dalam persidangan kasus korupsi.

Salah satu yang paling baru ialah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stephanus Robin Pattuju, yang terungkap menggunakan kode meter untuk meminta uang kepada bekas Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M Syahrial. Robin meminta uang dengan janji menutup perkara suap jual beli jabatan sekretaris daerah Tanjungbalai tidak naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Editor: Antony Lee
Bagikan
Memuat data..