logo Kompas.id
Politik & HukumJalan Berliku Mengakses Pelayanan Publik Berbasis Digital

Jalan Berliku Mengakses Pelayanan Publik Berbasis Digital

Belum semua warga dapat mengakses pelayanan publik berbasis digital dengan mudah. Sebagian harus hadapi sistem yang tak merespons, hingga akhirnya menempuh pintu belakang, meminta bantuan petugas di pemerintah setempat.

Oleh NIKOLAUS HARBOWO/PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Bahana Patria Gupta

Warga mengurus pembuatan KTP elektronik di Mal Pelayanan Publik Siola, Surabaya, Senin (17/5/2021). Seusai libur Lebaran, Mal Pelayan Publik Siola, khususnya Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap, kembali beroperasi. Banyak warga yang datang untuk mengurus perizinan, pembayaran PBB, dan mengurus administrasi kependudukan.

Akses ke pelayanan publik berbasis elektronik ternyata tak semudah yang dikira. Sebagian warga harus menghadapi jalan berliku dalam mengaksesnya. Mulai dari sistem yang tak merespons sampai akhirnya kembali menempuh pintu belakang, meminta bantuan petugas di pemerintahan setempat.

Pengurusan dokumen kependudukan yang berliku-liku harus dihadapi Zefanya Johandy (55), warga Medan, Sumatera Utara, yang baru saja pindah ke Tangerang Selatan. Layanan permintaan nomor antrean secara daring untuk permohonan penerbitan KTP elektronik via website Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tangsel tak berfungsi sesuai harapan, sementara kartu keluarga sudah ia peroleh dari kelurahan setempat.

Editor: Madina Nusrat
Bagikan
Memuat data..