logo Kompas.id
Politik & HukumJaga Kebebasan Akademik, Presiden Didesak Berikan Amnesti untuk Saiful Mahdi

Jaga Kebebasan Akademik, Presiden Didesak Berikan Amnesti untuk Saiful Mahdi

Presiden didorong untuk memberikan amnesti kepada dosen Universitas Syiah Kuala Saiful Mahdi. Pada mulanya Saiful mengkritik perekrutan pegawai di kampusnya. Akibat kritiknya itu, ia digugat mencemarkan nama baik.

Oleh Dian Dewi Purnamasari
· 1 menit baca
Memuat data...
TANGKAPAN LAYAR

Masyarakat sipil menggelar konferensi pers terkait pengajuan permohonan amnesti terhadap dosen Universitas Syiah Kuala, Aceh, yang dihukum karena menyampaikan kritik di grup percakapan, Kamis (2/9/2021). Presiden Joko Widodo diharapkan memberikan amnesti untuk mengoreksi putusan pengadilan yang dianggap salah, serta menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak asasi manusia dan demokrasi.

JAKARTA, KOMPAS — Koalisi masyarakat sipil telah mendaftarkan permohonan amnesti atau pengampunan hukuman terhadap dosen Universitas Syiah Kuala Saiful Mahdi. Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Saiful sehingga dia harus dihukum penjara tiga bulan. Saiful dinyatakan bersalah mencemarkan nama baik saat mengkritik proses penerimaan pegawai di kampus.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur saat konferensi pers, Kamis (2/9/2021), mengatakan, koalisi masyarakat sipil sudah mengirimkan surat pengajuan permohonan amnesti kepada Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Sekretariat Negara. Koalisi masyarakat sipil itu terdiri dari YLBHI, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Safenet, Change.org, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, dan Amnesty International.

Editor: Madina Nusrat
Bagikan