logo Kompas.id
Politik & HukumPolarisasi Kian Irasional, Narasi Agama dan Kebangsaan Dibenturkan

Polarisasi Kian Irasional, Narasi Agama dan Kebangsaan Dibenturkan

Polarisasi masyarakat ke kutub Islam dan kebangsaan terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pembelahan karena ada kecenderungan mempertentangkan agama dengan Pancasila. Ini dinilai irasional dan ahistoris.

Oleh Kurnia Yunita Rahayu
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/RADITYA HELABUMI

Warga melintas di depan mural Pancasila di kawasan Galur, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Kecenderungan mempertentangkan agama dengan Pancasila dinilai semakin terasa. Hal itu semestinya tidak dilakukan karena bertentangan dengan kesepakatan dan pengorbanan yang telah dilakukan para pendiri bangsa.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie melihat, polarisasi masyarakat ke kutub Islam dan kebangsaan terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pembelahan yang dimaksud terjadi karena ada kecenderungan mempertentangkan agama dengan Pancasila. Ini sangat disayangkan karena perdebatan yang mengiringi pembelahan itu bersifat irasional dan ahistoris.

Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..