logo Kompas.id
Politik & HukumBanyak Kasus Pencurian Data Pribadi yang Menggantung

Banyak Kasus Pencurian Data Pribadi yang Menggantung

Pencurian data pribadi di instansi publik ataupun privat berulang kali terjadi, tetapi banyak yang belum bisa diungkap pelakunya oleh kepolisian. Pengusutan hingga tuntas mendesak karena ini menyangkut keamanan negara.

Oleh Kurnia Yunita Rahayu
· 1 menit baca

JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Polri diminta menunjukkan komitmen untuk mengusut tuntas pencurian data pribadi penduduk, baik yang terjadi pada instansi publik maupun privat. Sejauh ini, pengusutan kasus-kasus tersebut masih menggantung.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencurian data pribadi warga kembali terjadi. Kali ini diduga terjadi pada data nasabah perusahaan asuransi jiwa BRILife. Sebanyak 2 juta data klien BRILife dan 463.000 dokumen dijual di situs forum peretas Raidforums dengan harga 7.000 dollar AS atau sekitar Rp 101 juta dengan asumsi kurs Rp 14.428 per dollar AS.

Berdasarkan investigasi internal BRILife, ditemukan bahwa terdapat pelaku kejahatan siber yang memasuki sistem BRILife Syariah, sistem yang berdiri sendiri terpisah dari sistem inti BRILife. Jumlah data nasabah yang bocor tidak lebih dari 25.000, bukan 2 juta data sebagaimana beredar di dunia maya.

Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..