logo Kompas.id
Politik & HukumPancasila Tak Perlu...

Pancasila Tak Perlu Dipertentangkan dengan Agama

Sejak perumusannya, Pancasila sudah memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk mempertahankan identitasnya dan menganut keyakinannya masing-masing. Pancasila dan agama tidak perlu dipertentangkan.

Oleh
Kurnia Yunita Rahayu
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/HYHAWLxoyhmX6CvwSlJqeYbrDBU=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2F02bf81e1-f84d-4281-8989-cd9ba3d87e9c_jpg.jpg
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Salah satu peserta aksi peringatan Hari Lahir Pancasila di Jalan Margonda Raya, Kota Depok, Jawa Barat, mengenakan baju adat sambil membagikan stiker bergambar lambang negara Republik Indonesia, Garuda Pancasila, Selasa (1/6/2021). Aksi yang digelar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Depok dan Komunitas Harmoni Warna Indonesia ini melakukan pembagian stiker bergambar Garuda Pancasila kepada para pengendara yang melintas jalan tersebut. Selain membagikan stiker, mereka juga menyanyikan lagu ”Garuda Pancasila” dengan iringan rebana di tepi jalan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS — Pancasila merupakan etika kebangsaan yang tidak semestinya dipertentangkan dengan agama. Dasar negara itu didesain agar seluruh masyarakat bisa menganut keyakinan atau agama masing-masing secara damai. Oleh karena itu, Pancasila tak layak dipolitisasi untuk kepentingan yang terkait dengan nilai keagamaan.

Pertentangan antara Pancasila dan agama kembali menjadi pembicaraan publik seiring dengan pengakuan sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK). Tes yang merupakan syarat alih status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN) itu kontroversial. Salah satunya karena memuat pertanyaan yang meminta peserta untuk memilih antara Pancasila dan Al Quran.

Editor:
Madina Nusrat
Bagikan