logo Kompas.id
Politik & Hukum”Kidung Rumekso Ing Wengi”,...
Iklan

”Kidung Rumekso Ing Wengi”, Calon Koleksi Istana

Di antara lebih dari 2.000 lukisan koleksi Istana yang dipajang di enam Istana Presiden, tak semuanya punya nilai seni tinggi. Tak heran jika ada kategorisasi empat tingkat, mulai dari yang 500 juta ke miliaran nilainya.

Oleh
Mawar Kusuma
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/KfWLUQAqs5DGCp54PGlXXHp2e6E=/1024x576/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2018%2F08%2F69691499.jpg
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan, ”Indonesia Semangat Dunia”, di Galeri Nasional Jakarta.

Kompleks Istana Kepresidenan, serta lingkungan kantor di sekitarnya, menjadi titik berharga secara politik dan estetik. Ia menjadi ruang ideal, termasuk untuk menggantung dan memamerkan karya seni seperti lukisan, patung, dan keramik. Kehadiran lukisan di atmosfer istana sekaligus menjadi wujud pengukuhan bahwa bangsa Indonesia menghormati kebudayaan bahwa bangsa ini tidak miskin estetika.

Saat ini, Istana Presiden di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta (Gedung Agung), dan Tampaksiring, Bali, memiliki lebih dari 2.000 lukisan. Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang juga peneliti benda seni koleksi Presiden Soekarno, Mikke Susanto yang sempat melakukan riset penilaian aset terhadap lukisan Istana menyebut lukisan koleksi Istana bisa digolongkan ke dalam level A hingga level D.

Editor:
Suhartono, Madina Nusrat
Bagikan