logo Kompas.id
Politik & HukumMakin Banyak Masyarakat...
Iklan

Makin Banyak Masyarakat Membayar Lebih untuk Mengakses Pelayanan Publik

Pada IPAK 2021 yang dirilis BPS terlihat, dari total responden masyarakat umum, ada 17,63 persen yang mengaku membayar biaya pelayanan publik lebih dari ketentuan. Jumlah itu naik dibandingkan 2020, yaitu 16,79 persen.

Oleh
Kurnia Yunita Rahayu
· 4 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/PsyspKkkygkSmQMb8KQgQ38awsc=/1024x598/filters:watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2021%2F06%2FScreen-Shot-2021-06-15-at-11.34.38_1623749069.png
KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto saat merilis Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) 2021 secara daring, Selasa (15/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS — Indeks Perilaku Antikorupsi 2021 mengindikasikan suap dalam pelayanan publik cenderung memburuk. Masih ada masyarakat yang diminta untuk membayar lebih dari ketentuan ketika mengakses layanan publik sendiri atau melalui perantara.

Badan Pusat Statistik di Jakarta, Selasa (15/6/2021), meluncurkan Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) 2021. Tahun ini, IPAK mencapai skor 3,88 dari skala 5. Semakin besar skor, masyarakat dianggap cenderung makin antikorupsi. Adapun indeks ini disusun berdasarkan survei pada dua dimensi, yakni persepsi dan pengalaman masyarakat terhadap perilaku antikorupsi di lingkup keluarga, komunitas, dan publik. Survei melibatkan 10.000 responden pada Maret hingga April 2021.

Editor:
Antony Lee
Bagikan
Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000