logo Kompas.id
Politik & HukumMemahami Anggaran Alutsista di...

Memahami Anggaran Alutsista di Bawah 1 Persen GDP

Kontroversi soal besaran anggaran pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan melupakan pembahasan isu strategis tentang perbandingan alokasi anggaran dan strategi pertahanan di kawasan Asia–Australia.

Oleh
Iwan Santosa
· 1 menit baca
https://dmm0a91a1r04e.cloudfront.net/QCotCf88M4iQrJK3-CD6vd9U9KQ=/1024x683/https%3A%2F%2Fkompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2020%2F01%2FIMG-20200115-WA0012_1579076311.jpg
KOMPAS/M IKHSAN MAHAR

Kapal Perang RI melintasi Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (15/1/2020). Alutsista TNI mendesak untuk diremajakan.

Kontroversi soal besaran anggaran pengadaan alat utama sistem persenjataan atau ”jumbo” sekitar 125 miliar dollar AS di Kementerian Pertahanan melupakan pembahasan isu strategis tentang perbandingan alokasi anggaran dan strategi pertahanan di kawasan Asia–Australia dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.

Mantan Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksamana Madya (Purn) Fred Lonan menjelaskan, Indonesia dengan wilayah membentang dari Sabang- Merauke dan Zona Ekonomi Eksklusif seluas 200 mil dari kawasan Laut Natuna Utara-Laut Arafura dengan wilayah setara jarak London-Kuwait, memiliki kompleksitas tinggi, dengan puluhan ribu kapal-kapal berbendera asing berlayar melintasi wilayah Indonesia.

Editor:
prasetyoeko
Bagikan