logo Kompas.id
Politik & HukumMenanti Akhir Episode "Reshuffle" Jilid II

Menanti Akhir Episode "Reshuffle" Jilid II

Presiden Joko Widodo diharapkan segera menyudahi keriuhan dengan segera mengumumkan "reshuffle" kabinet. Semakin lama ditunda, dikhawatirkan berimbas pada kinerja para menteri.

Oleh ANITA YOSSIHARA
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Satu hari setelah dilantik, para menteri di Kabinet Indonesia Maju langsung mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10/2019). 

Isu reshuffle atau perombakan kabinet kembali mengguncang dunia politik nasional setelah Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui perubahan nomenklatur kementerian, 9 April lalu. Tak hanya mengisi kementerian baru, banyak kalangan mendorong reshuffle jilid II di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo ini jadi momentum membongkar pasang kabinet sekaligus merangkul kekuatan politik di luar koalisi.

Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas perubahan nomenklatur kementerian yang diusulkan pemerintah mau tak mau membuat Presiden Jokowi harus melakukan penataan kabinet. Minimal mengisi jabatan di dua kementerian dan satu badan, yakni Kementerian Investasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..