logo Kompas.id
Politik & HukumPemiluPerhatikan Batasan dalam Menafsirkan Undang-Undang Pilkada

Perhatikan Batasan dalam Menafsirkan Undang-Undang Pilkada

Bawaslu sebagai pihak penyelesai sengketa boleh menafsirkan sebuah ketentuan, tetapi ada batas-batas yang harus dipatuhi. Perintah pemungutan suara ulang di seluruh TPS Boven Digoel, Papua, dapat menjadi pelajaran.

Oleh IQBAL BASYARI
· 1 menit baca
Memuat data...
DOKUMENTASI KPU PAPUA

Ilustrasi: Persiapan logistik pilkada susulan di Kabupaten Boven Digoel, Papua, Jumat (25/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Pegiat pemilu menilai kasus sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Boven Digoel berhulu dari kesalahan Badan Pengawas Pemilu yang menafsirkan Undang-Undang Pilkada. Atas kasus tersebut, Bawaslu diingatkan untuk memperhatikan batasan jika melakukan penafsiran agar perbedaan tafsir tidak kembali berulang.

Pengamat hukum tata negara Universitas Andalas, Khairul Fahmi, menilai, kasus sengketa Pilkada Boven Digoel harus dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu, khususnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bahwa setiap penyelesaian sengketa tetap harus mengacu pada perundang-undangan yang berlaku.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Susana Rita Kumalasanti
Bagikan
Memuat data..