logo Kompas.id
Politik & HukumKPK Telusuri Uang Suap Nurdin Abdullah

KPK Telusuri Uang Suap Nurdin Abdullah

Aliran dana suap Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bisa jadi untuk membayar utang biaya kampanyenya saat pilkada. Utang tersebut lantas dibalas dengan pemberian sejumlah kontrak proyek.

Oleh PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Sabtu (27/2/2021). Tim KPK melakukan operasi tangkap tangan dan mengamankan enam orang, salah satunya Nurdin.

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami aliran dana suap dari tersangka Gubernur nonaktif Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Sementara itu, pengurus Bung Hatta Anti-Corruption Award akan mengevaluasi penganugerahan yang telah diberikan kepada Nurdin pada 2017.

Sebelumnya diberitakan, Nurdin diduga menerima uang Rp 2 miliar dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto, melalui Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Selatan (Sulsel), Edhy Rahmat. Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain yang jumlahnya mencapai Rp 3,4 miliar. Uang itu diduga terkait perizinan sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Memuat data..