logo Kompas.id
Politik & HukumKY Diminta Perbaiki Sistem Perekrutan Hakim Agung

KY Diminta Perbaiki Sistem Perekrutan Hakim Agung

Komisi Yudisial diminta untuk mengevaluasi dan memperbaiki proses perekrutan calon hakim agung. Anggota DPR mempertanyakan minimnya calon yang lolos dari seleksi yang digelar KY.

Oleh DIAN DEWI PURNAMASARI
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Ketua Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar Nur Dewata (tengah) didampingi Wakil Ketua KY M Taufiq HZ (kiri) dan Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Siti Nurdjanah (kanan) menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2021). Pada kesempatan itu Komisi III DPR meminta penjelasan KY terkait dengan seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung RI.

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Yudisial diminta untuk terus memperbaiki sistem perekrutan hakim agung dan hakim ad hoc. Sistem perekrutan di KY diharapkan meningkatkan integritas dan kualitas hakim agung. KY juga diminta lebih memperhatikan kebutuhan hakim agung yang diajukan oleh Mahkamah Agung.

Hal itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR dengan Ketua Komisi Yudisial terpilih Mukti Fajar Nur Dewata, Senin (25/1/2021). Selain Ketua KY terpilih, enam komisioner KY periode 2020-2025 juga hadir dalam rapat tersebut.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Susana Rita Kumalasanti
Memuat data..