logo Kompas.id
Politik & HukumKPK Masih Terbelenggu Masalah Kelembagaan

KPK Masih Terbelenggu Masalah Kelembagaan

Meski sukses dalam dua penangkapan terakhir, KPK masih dibayangi problem internal kelembagaan dan masalah independensi pascarevisi UU KPK. Persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar.

Oleh DIAN DEWI PURNAMASARI
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Heru Sri Kumoro

Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo (kedua dari kanan) bersama tersangka lainnya seusai dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kasus dugaan suap perizinan budidaya lobster tahun 2020 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari. Dalam kasus ini, KPK menetapkan tujuh tersangka yang salah satunya Edhy Prabowo.

JAKARTA, KOMPAS — Dua operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi baru-baru ini diapresiasi masyarakat. Penindakan hukum masih berdenyut meski kewenangan KPK dibatasi pascarevisi Undang-Undang KPK. Masyarakat sipil berharap independensi KPK dikembalikan agar kinerja pemberantasan korupsi semakin kuat.

Ketua Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada Oce Madril dalam diskusi ”Evaluasi dan Prospek Hukum dan Demokrasi: Mungkinkah KPK Bangkit Kembali?”, Minggu (29/11/2020), mengatakan, dua penangkapan terakhir, yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Wali Kota Cimahi, Jawa Barat, Ajay Muhammad Priatna, merupakan capaian luar biasa di tengah keterbatasan pascarevisi UU KPK. Dalam setahun terakhir, dua kasus ini menjadi tangkapan besar bagi KPK. Kasus besar lainnya yang berhasil dikerjakan KPK adalah menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiono.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Susana Rita Kumalasanti
Memuat data..