logo Kompas.id
Politik & HukumKabareskrim: Napoleon Bonaparte Terlalu Banyak Alasan

Kabareskrim: Napoleon Bonaparte Terlalu Banyak Alasan

Di sidang kasus penghapusan red notice Joko Tjandra, nama Kepala Bareskrim Polri disebut Irjen Napoleon Bonaparte kenal dengan terdakwa Tommy Sumardi. Namun, saat dikonfirmasi, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit menampik.

Oleh Norbertus Arya Dwiangga Martiar
· 0 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte (kiri) hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap yang menjerat pengusaha Tommy Sumardi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020). Dalam perkara ini, Tommy Sumardi didakwa bersama-sama dengan Joko Soegiarto Tjandra memberikan suap ke Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo supaya Joko Soegiarto Tjandra bisa terhapus dari sistem perlintasan.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Berita utama
Akses tak terbatas ke seluruh rubrik (termasuk ePaper)
Tanpa diskon
POPULER
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Berita utama
Akses tak terbatas ke seluruh rubrik (termasuk ePaper)
Hemat 40%
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Berita utama
Akses tak terbatas ke seluruh rubrik (termasuk ePaper)
Edisi cetak harian kompas dikirim ke alamat anda
Editor: Suhartono
Memuat data..