logo Kompas.id
Politik & HukumSaat Pengadilan Belanda Cuma Memberi Ganti Rugi Rp 15,25 Juta

Saat Pengadilan Belanda Cuma Memberi Ganti Rugi Rp 15,25 Juta

Meskipun pelanggaran HAM di masa kolonial Belanda diakui dengan mengganti rugi sebesar Rp 15,25 juta untuk seorang korban pemenggalan tentara KNIL, penggantian tersebut dinilai tak sebanding dengan nyawa korban.

Oleh DIAN DEWI PURNAMASARI
· 1 menit baca

Ketua Komite Kehormatan Utang Belanda (KUKB) Jeffry Pondaag melalui rilis resmi di laman historibersama.com mengatakan, pengadilan sipil di Den Haag mengumumkan bahwa mereka menghukum Pemerintah Belanda atas pemenggalan pejuang kemerdekaan Indonesia Andi Abubakar Lambogo.

Andi Abubakar dibunuh oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada  1947. Pengadilan juga meminta kepada Pemerintah Belanda untuk membayar 874,80 euro sebagai ganti rugi materiil. Namun, Pemerintah Belanda menolak untuk memberikan ganti rugi nonmateriil. Dalam gugatannya, anak Andi Abubakar Lambogo, Malik Abubakar, sebenarnya juga meminta ganti rugi senilai 30.000 euro untuk kerugian nonmateriil. Namun, Pemerintah Belanda menolak hal tersebut.

”Malik hanya menerima 874,80 euro untuk kerusakan materi atas pemenggalan ayahnya pada 1947. Ini diberikan dengan asumsi jika ayahnya tidak dibunuh, dia akan merawat Malik hingga usia 21 tahun,” kata Jeffry.

Editor: Suhartono
Bagikan
Memuat data..