logo Kompas.id
Politik & HukumPersepsi Publik Jadi Modal Perbaikan Kepolisian

Persepsi Publik Jadi Modal Perbaikan Kepolisian

Persepsi publik, baik positif maupun negatif, terhadap Polri mesti diletakkan sebagai harapan publik terhadap institusi kepolisian. Penilaian itu jadi modal perbaikan bagi Polri di masa datang untuk bekerja profesional.

Oleh Norbertus Arya Dwiangga Martiar
· 1 menit baca
Memuat data...
Kompas/Wawan H Prabowo

Presiden Joko Widodo menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7/2020). Peringatan HUT Bhayangkara dengan tema ”Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif” itu dilaksanakan secara sederhana karena situasi pandemi Covid-19. Upacara dilakukan secara virtual dan diikuti oleh sejumlah polda dan polres di seluruh Nusantara.

JAKARTA, KOMPAS — Persepsi publik, baik yang positif maupun negatif, terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia mesti diletakkan sebagai harapan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Penilaian tersebut menjadi modal perbaikan ke depan.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas, tercatat adanya keterbelahan sikap responden. Dalam kasus terkait suap, misalnya, separuh bagian (48 persen) sepakat dengan penilaian umum bahwa polisi mudah disuap, tetapi ada separuh bagian lain (42 persen) tidak setuju dengan anggapan tersebut (Kompas, 1/7/2020).

Editor: Suhartono
Bagikan
Memuat data..