logo Kompas.id
Politik & HukumKPK Jangan Larut dalam Euforia Penangkapan Nurhadi

KPK Jangan Larut dalam Euforia Penangkapan Nurhadi

Keberhasilan penangkapan buronan Nurhadi dan Rezky Herbiyono diharapkan memompa semangat KPK dalam memburu buronan KPK lainnya. Setidaknya masih ada enam buronan lain yang belum ditangkap.

Oleh PRAYOGI DWI SULISTYO
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi memegang foto buronan KPK, Harun Masiku, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS — Penangkapan buronan Komisi Pemberantasan Korupsi, yaitu bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, bersama menantunya, Rezky Herbiyono, pada Senin (1/6/2020) malam, membuktikan bahwa KPK masih memiliki kemampuan untuk menangkap buronan. Kini, KPK diharapkan segera menangkap buronan lainnya.

Setelah Nurhadi dan Rezky tertangkap, KPK masih memiliki enam tersangka lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah tersangka penyuap bekas komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Harun Masiku; Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto yang menjadi tersangka dalam kasus Nurhadi; serta Direktur PT Borneo Lumbung Energy dan Metal Samin Tan yang menjadi tersangka suap terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih.

banner registration
Lanjutkan baca artikel ini dan artikel lainnya dengan daftar akun Kompas.id.
Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Dapatkan akses tanpa batas ke seluruh artikel premium dengan berlangganan Kompas.id.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Bagikan
Memuat data..