logo Kompas.id
Politik & HukumKemajemukan Tak Terakomodasi

Kemajemukan Tak Terakomodasi

Ambang batas parlemen yang terlalu tinggi membuat kemajemukan pilihan politik publik tidak terakomodasi. Ekstraparlementer bakal menguat.

Oleh Rini Kustiasih/Nikolaus Harbowo
· 1 menit baca
Memuat data...
KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Warga memasukkan surat suara dalam pemungutan suara ulang di TPS 71, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Rabu (24/4/2019). Menjelang revisi UU Pemilu, persoalan ambang batas parlemen kembali diperdebatkan. Sejumlah partai politik ingin ambang batas ditingkatkan menjadi 7 persen.

JAKARTA, KOMPAS — Keinginan sejumlah partai politik untuk meningkatkan ambang batas parlemen perlu dikaji mendalam. Pasalnya, ambang batas yang terlalu tinggi akan membuat kemajemukan pilihan politik masyarakat tak terakomodasi dengan baik di parlemen. Akibatnya, gerakan ekstraparlementer bakal menguat.

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Arya Budi, mengingatkan, keinginan partai politik menyederhanakan jumlah parpol harus tetap memperhatikan keberagaman pandangan dan pilihan politik publik.

Jadilah Bagian dari Jurnalisme Berkualitas Belum selesai baca berita ini? Selesaikan dengan berlangganan konten digital premium Kompas.
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Kompas Digital Premium 12 Bulan (Hemat 40%)
Rp 360.000 /Tahun
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Hemat 40%
POPULER
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Kompas Digital Premium 1 Bulan
Rp 50.000 /Bulan
BERLANGGANAN
atau biarkan Google mengelola langganan Anda untuk paket ini:
Akses tak terbatas Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Kompas Digital Premium & Koran
Kompas Digital Premium & Koran
Rp 108.000 /Bulan
BERLANGGANAN
Akses tak terbatas di Kompas.id (web & app)
Berita digital tanpa iklan pop-up
30 arsip terbaru ePaper Kompas
Artikel Opini eksklusif
Multiplatform, akses Kompas.id melalui laptop, ponsel, ataupun tablet
Pengiriman koran Kompas edisi cetak ke rumah Anda
Editor: Antonius Ponco Anggoro
Memuat data..