logo Kompas.id
β€Ί
Politik & Hukumβ€ΊKebinekaan Milik Bersama
Iklan

Kebinekaan Milik Bersama

Oleh
Β· 1 menit baca
Sebagian dari sekitar 196 tokoh dan aktivis menyampaikan Seruan Moral Menjaga dan Memperjuangkan Kebinekaan, di Jakarta, Selasa (20/2). Dalam kesempatan itu, mereka juga menyerukan agar dalam kampanye pilkada serentak, pemilu legislatif, dan pemilu presiden nanti kontestan dapat menghindari politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan karena dapat mengancam kohesi sosial.
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Sebagian dari sekitar 196 tokoh dan aktivis menyampaikan Seruan Moral Menjaga dan Memperjuangkan Kebinekaan, di Jakarta, Selasa (20/2). Dalam kesempatan itu, mereka juga menyerukan agar dalam kampanye pilkada serentak, pemilu legislatif, dan pemilu presiden nanti kontestan dapat menghindari politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan karena dapat mengancam kohesi sosial.

Berbagai peristiwa yang diduga bertujuan mengganggu kebinekaan telah menggugah anak bangsa untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan. Bagaimana pun, kebinekaan merupakan milik bersama bangsa Indonesia.

Sebanyak 196 tokoh dan aktivis dari berbagai kalangan, seperti Guru Besar Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Robikin Emhas, pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno, Pemimpin Wihara Dhammadipa Arama Biksu Jayamedho, dan Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Gomar Gultom, menyerukan enam seruan moral untuk menjaga dan memperjuangkan kebinekaan, Selasa (20/2) di Jakarta.

Editor:
Bagikan