logo Kompas.id
Paparan TopikRelasi Internet, Media Sosial,...

Relasi Internet, Media Sosial, dan Narasi Terorisme

Pada konteks modernitas dan kemajuan internet, narasi menjadi komoditas pengaruh yang substansial dan cukup kuat. Dalam perspektif kejahatan terorisme, di satu sisi, internet dan media sosial cukup efektif sebagai propaganda narasi oleh pelaku terorisme. Namun di sisi lain, narasi juga menjadi alat utama dalam perlawanan terhadap terorisme.

Oleh
Topan Yuniarto
· 1 menit baca
Delapan anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI Angkatan Laut memeragakan teknik penyerbuan dengan cara menuruni tali sambil menembak, dalam simulasi penanganan teroris di Markas Denjaka, Cilandak, Jakarta, Kamis (31/10/2002).
KOMPAS/DANU KUSWORO

Delapan anggota Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI Angkatan Laut memeragakan teknik penyerbuan dengan cara menuruni tali sambil menembak, dalam simulasi penanganan teroris di Markas Denjaka, Cilandak, Jakarta, Kamis (31/10/2002).

Lompatan kemajuan teknologi informasi berlangsung dalam periode yang begitu singkat. Pada satu sisi, gerak baru ini memperoleh selebrasi gempita dalam kelahiran Revolusi Industri 4.0. Namun di sisi lain, kehadirannya yang radikal disambut oleh penyesalan dan ketakutan akan tumbangnya banyak pranata sosial dan kemunculan risiko. Termasuk salah satunya peningkatan narasi ekstremisme dan terorisme.

Editor:
Topan Yuniarto
Bagikan