logo Kompas.id
Paparan TopikKendaraan Listrik di...

Kendaraan Listrik di Indonesia: Kilas Balik, Regulasi, Tantangan, dan Strategi Percepatan

Kendaraan listrik berbasis baterai akan terus dikembangkan dan dilakukan percepatan produksinya di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga menargetkan menjadi pemain utama industri kendaraan listrik di kancah dunia. Kendaraan listrik lebih ramah lingkungan jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak maupun solar.

Oleh
Antonius Purwanto
· 1 menit baca
Hyundai Ioniq, mobil listrik murni pertama Hyundai yang masuk Indonesia, di depan Gedung Sate, Bandung, Selasa (4/8/2020).
KOMPAS/EDDY HASBY

Hyundai Ioniq, mobil listrik murni pertama Hyundai yang masuk Indonesia, di depan Gedung Sate, Bandung, Selasa (4/8/2020).

Sejak tahun 2019, Pemerintah Indonesia mulai menggalakkan implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Pemerintah mendorong ekosistem ini karena Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan kendaraan listrik.

Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya nikel yang melimpah, yang merupakan modal dasar bagi pembangunan industri baterai. Indonesia juga kaya akan sumber daya mineral, seperti bijih besi dan aluminium yang mampu mendorong peningkatan investasi di sektor otomotif. Karena itu, transportasi berbasis baterai bisa menjadi sebuah alternatif dalam kebutuhan transformasi energi.

Editor:
Topan Yuniarto
Bagikan